RADAR BOGOR – Pemerintah Kota Bogor menyiapkan dua fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang akan berlokasi di Galuga dan Kayumanis. Kedua fasilitas tersebut ditargetkan mampu mengolah sampah hingga total sekitar 2.500 ton per hari.
Pemkot Bogor telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) pembangunan PSEL Bogor Raya di Galuga. Sementara untuk lokasi Kayumanis, penandatanganan PKS direncanakan dilakukan dalam sekitar tujuh minggu ke depan.
Wali Kota Bogor Dedie Rachim menyebut, pembangunan dua PSEL ini menjadi langkah besar dalam transformasi pengelolaan sampah di Kota Bogor.
Baca Juga: Asyik Main Hujan, Bocah 5 Tahun di Bojonggede Bogor Diduga Hanyut
“Insyaallah kita akan memiliki dua PSEL. Alhamdulillah, berkat dorongan semua pihak, Kota Bogor dapat memanfaatkan momentum ini untuk mengelola sampah dari hulu hingga hilir,” kata Dedie.
Ia menjelaskan, selama ini pengelolaan sampah masih dilakukan secara konvensional, yakni ditumpuk, diangkut, dikumpulkan, dan dibuang secara terbuka.
Kondisi tersebut dinilai berdampak pada lingkungan, menurunkan produktivitas lahan, serta menimbulkan polusi.
Dengan adanya PSEL, sampah akan diolah menjadi energi listrik sehingga memberikan nilai tambah bagi pengelolaan lingkungan. Program ini juga sejalan dengan kebijakan nasional dalam penanganan sampah.
Untuk PSEL Galuga, kapasitas pengolahan ditargetkan mencapai sekitar 1.500 ton per hari, dengan sekitar 500 ton di antaranya berasal dari Kota Bogor. Sementara PSEL Kayumanis direncanakan memiliki kapasitas sekitar 1.000 ton per hari dengan porsi serupa untuk Kota Bogor.
Dedie menegaskan, pembangunan dua fasilitas PSEL tersebut merupakan tanggung jawab bersama seluruh jajaran Pemkot Bogor, sekaligus bagian dari keberlanjutan program yang telah dirintis sebelumnya.
Baca Juga: Kelompok Usaha Pertanian PALAKKURI Kecamatan Nanggung Bogor Sukses Ikuti Sertifikasi SASPRI Nasional
“Ini menjadi tanggung jawab besar yang harus kita jalani bersama. Kita melanjutkan kebaikan yang telah dirintis sebelumnya sebagai estafet pembangunan,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kesiapan akses menuju lokasi pembangunan. Dedie menargetkan proses penyiapan akses tersebut dapat diselesaikan pada Mei 2026 agar mendukung kelancaran pembangunan PSEL.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga