Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pedagang di Jalan Suryakencana Bogor Usul Parkir Zonasi demi Hindari Hilangnya Pelanggan

Fikri Rahmat Utama • Rabu, 22 April 2026 | 21:54 WIB
Uji coba perkiran di sebelah kanan Jalan suryakencana Bogor, Rabu, 22 April 2026. Foto: Sofiansyah/Radar Bogor
Uji coba perkiran di sebelah kanan Jalan suryakencana Bogor, Rabu, 22 April 2026. Foto: Sofiansyah/Radar Bogor

RADAR BOGOR - Uji coba kebijakan parkir di sisi kanan Jalan Suryakencana, Kota Bogor, memunculkan berbagai tanggapan dari warga dan pelaku usaha.

Selain menilai dampaknya, mereka juga mengajukan alternatif penataan parkir di Jalan Suryakencana Bogor yang dinilai lebih sesuai dengan kondisi di lapangan.

Salah satu usulan yang mengemuka adalah penerapan sistem zonasi parkir di Jalan Suryakencana Bogor. Skema ini dianggap mampu mengatur pembagian ruang parkir secara lebih seimbang, tanpa hanya mengandalkan satu sisi jalan.

Baca Juga: Sejuk Nan Menenangkan, Gok Salada Village Megamendung Bogor Jadi Pelarian Ideal dari Hiruk Pikuk Kota untuk Healing Bareng Keluarga

Koordinator Paguyuban Pedagang Suryakencana, Mardi Lim, menilai penataan saat ini belum optimal, terutama dalam membagi ruang antara kendaraan roda dua dan roda empat.

Ia menjelaskan, sistem parkir paralel membuat sepeda motor kerap mengambil ruang mobil, yang berpotensi mengurangi jumlah pelanggan.

Menurutnya, konsep zonasi bisa diterapkan dengan memanfaatkan ruas jalan di sekitar kawasan sebagai kantong parkir tambahan, seperti di Pedati, Roda, Lawang Seketeng, dan Rangga Gading.

Baca Juga: Kota Bogor Siapkan Dua Fasilitas PSEL, Kelola Sampah hingga 2.500 Ton per Hari

Ia juga menyarankan agar gang-gang digunakan khusus untuk parkir motor, sementara jalan utama difokuskan bagi mobil.

Mardi turut menyoroti minimnya sosialisasi sebelum uji coba diberlakukan. Ia menyebut para pedagang dan warga tidak dilibatkan sejak awal, sehingga menimbulkan kebingungan.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa aspek keselamatan harus menjadi perhatian, mengingat perubahan posisi berhenti kendaraan ke sisi kanan dinilai berisiko, terutama di jalan yang sempit dengan fasilitas pedestrian terbatas.

Baca Juga: Asyik Main Hujan, Bocah 5 Tahun di Bojonggede Bogor Diduga Hanyut

Pendapat serupa disampaikan Sintya, seorang pemilik toko di kawasan tersebut.

Ia menilai kebijakan ini kurang efektif karena tidak selaras dengan kondisi kendaraan di Indonesia yang mayoritas memiliki setir di sebelah kanan, sehingga menyulitkan saat menurunkan penumpang maupun aktivitas bongkar muat barang.

Ia juga mengkhawatirkan potensi kemacetan, khususnya pada akhir pekan, jika tidak disertai pengawasan yang ketat.

Baca Juga: Buruan Cek, Ada Bansos Baru Senilai Rp450 Ribu, Plus 25 Ribu Penerima Baru dan Rincian Nominal PKH Lengkap

Menurutnya, penggunaan lajur kiri sebagai jalur cepat justru bisa memperparah kepadatan lalu lintas.

Di sisi lain, seorang pedagang bernama Fahrul melihat kebijakan ini dari sudut pandang berbeda. Ia merasa parkir di sisi kanan justru memudahkan aktivitasnya karena tidak perlu lagi bolak-balik menyeberang jalan.

Ia juga menilai kondisi lalu lintas menjadi sedikit lebih lancar dibanding sebelumnya.

Baca Juga: Kelompok Usaha Pertanian PALAKKURI Kecamatan Nanggung Bogor Sukses Ikuti Sertifikasi SASPRI Nasional

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kota Bogor, Dody Wahyudin, menyatakan bahwa uji coba ini masih dalam tahap evaluasi.

Pihaknya membuka diri terhadap kritik dan saran dari masyarakat guna menyempurnakan penataan kawasan Suryakencana ke depan.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#bogor #jalan suryakencana #parkir