RADAR BOGOR - Pengendara khususnya roda dua dilarang menggunakan knalpot brong saat melintas di Jalur Alternatif Batutulis, Kota Bogor. Sebab, warga sekitar kerap mengeluh karena wilayahnya jadi bising.
Larangan penggunaan knalpot brong tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Bogor, Dedie Rachim. Pengendara disebutnya wajib menghormati dan menghargai warga sekitar Jalur Alternatif Batutulis.
“Kalau ada kebisingan, jangan pakai knalpot brong, udah mah lewat jalan alternatif Batutulis sempit, kemudian kalau knalpot brong kan mengganggu orang,” tegas Wali Kota Bogor Dedie Rachim.
Untuk diketahui, sedikitnya ada tiga jalur alternatif Batutulis yang saban hari dilalui pengendara. Pertama Jalan Sekip, Jalan Kebon Kelapa dan Jalan Cipinang Gading.
Pemerintah Kota Bogor sudah berupaya agar pengendara nyaman saat melintas di jalur alternatif. Salah satunya membongkar bangunan liar di Jalan Cipinang Gading.
“Kami sudah melakukan penertiban kepada kurang lebih 14 bangunan liar, kemudian kita masih akan memundurkan bangunan atau jalan yang kira-kira membuat penyempitan di lintasan,” jelas Dedie.
Meski area lintasan jalur alternatif sempit, namun ruas jalan tersebut saat ini masih jadi andalan warga. Sebab trase baru pengganti Jalan Batutulis yang longsor belum juga dibangun.
Dedie juga turut menyinggung terkait progres pembangunan trase pengganti tersebut. Ia mejelaskan bahwa saat ini masih dalam proses lelang di Provinsi.
“Kelihatannya mungkin sekarang, evaluasi para peserta lelang, setelah itu masa sanggah, pasca itu baru kita tunggu siapa pemenangnya,” ujar Dedie.
Baca Juga: JP Morgan: Indonesia Peringkat 2 Negara Paling Tahan Guncangan Energi Global
Semua proses pembangunan trase baru Batutulis digaransi tidak ada kendala. Warga Kota Bogor lagi-lagi diminta untuk bersabar, karena semua butuh proses.
“Insya tidak ada (Kendala) progresnya bagus, sabar, pematangan lahannya sudah dilakukan oleh kami tingga menunggu pemenang lelang baru pembangunan,” pungkasnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga