RADAR BOGOR — Pemerintah Kota Bogor mulai sosialisasi rencana pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) kepada masyarakat. Tahap awal ini melibatkan tokoh warga di Kelurahan Kayumanis, salah satu wilayah yang masuk dalam rencana proyek tersebut.
Sekretaris Daerah Kota Bogor Denny Mulyadi mengatakan, bahwa sosialisasi dengan warga Kayumanis ini merupakan bagian dari tahapan awal sebelum proyek PSEL berlanjut ke proses lelang dan kajian lingkungan. Hal ini juga merujuk pada amanat Perpres Nomor 109 Tahun 2025.
Ia menjelaskan, terdapat dua lokasi pembangunan PSEL di Kota Bogor. Tahap pertama akan dibangun di kawasan Galuga yang melayani wilayah aglomerasi Kabupaten dan Kota Bogor dengan kapasitas 1.500 ton sampah per hari. Baru dilanjutkan Kayumanis.
Baca Juga: Kemiskinan di Kabupaten Bogor Turun, Ekonomi Tancap Gas, Pengangguran Masih Jadi PR
Proyek ini telah memasuki tahap kesepakatan dan ditargetkan groundbreaking pada Juni mendatang.
Sementara itu, tahap kedua akan dibangun di wilayah Kayumanis dengan kapasitas 1.000 ton per hari untuk melayani Kota Bogor dan Kota Depok. Proses lelang direncanakan dimulai pada Mei 2026.
Denny menegaskan bahwa akses menuju lokasi nantinya akan langsung melalui Jalan Soleh Iskandar, sehingga tidak akan melintasi jalan lingkungan warga dan diharapkan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
Ia menambahkan, setelah proses lelang selesai, tahapan berikutnya seperti Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan public hearing akan melibatkan masyarakat Kayumanis secara langsung.
Tokoh masyarakat Kayumanis, Cecep Fatahillah, menyambut baik rencana pembangunan PSEL tersebut. Ia menilai proyek ini merupakan langkah penting dalam mengatasi persoalan sampah sekaligus memperbaiki pengelolaan lingkungan perkotaan.
Ia menyatakan dukungannya terhadap program tersebut dan berharap teknologi yang digunakan dapat memberikan manfaat tanpa merusak lingkungan.
Cecep juga menegaskan bahwa persoalan sampah sudah menjadi isu mendesak yang harus segera ditangani. Menurutnya, komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat perlu terus dijaga agar program berjalan lancar dan sekaligus menjadi sarana edukasi publik.
Dukungan serupa disampaikan Anggota DPRD Kota Bogor, Ahmad Aswandi. Ia menekankan pentingnya pelibatan masyarakat dalam setiap tahap pelaksanaan proyek untuk menghindari potensi penolakan di lapangan.
Sementara itu, perwakilan Tim Stakeholder Management Danantara, Galih Nurhidayah, menyebut seluruh pemangku kepentingan pada prinsipnya mendukung proyek PSEL di Kayumanis. Ia menargetkan proses tender dapat dimulai pada Mei 2026, dengan penetapan penyedia teknologi pada Oktober mendatang.
Terkait pendanaan, proyek ini akan melibatkan kerja sama dengan pihak swasta, sementara detail investasi masih dalam tahap pembahasan.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga