RADAR BOGOR – Ratusan pedagang kaki lima (PKL) Bogor telah mendaftarkan diri untuk menempati Pasar Jambu Dua. Berdasarkan data pengelola, jumlah pendaftar mencapai 254 pedagang.
Direktur Utama PPJ Jenal Abidin mengatakan, dari total pendaftar tersebut, saat ini baru 8 pedagang yang sudah mulai berjualan di Pasar Jambu Dua Bogor. Seluruh PKL lainnya masih dalam proses untuk diarahkan masuk ke lokasi pasar.
“Yang daftar ke Pasar Jambu Dua, data dari tim 254 pedagang. PKL yang masuk Jambu Dua baru 8 pedagang, semua pedagang kami arahkan masuk Jambu Dua,” ujar Jenal
Ia menegaskan, Pasar Jambu Dua telah memiliki fasilitas yang lengkap dan dinilai layak untuk aktivitas perdagangan. Bahkan, pasar tersebut sudah mengantongi sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI).
“Fasilitas di Pasar Jambu Dua sudah lengkap, aman, nyaman, dan sudah representatif untuk berjualan. Karena pasar ini sudah bersertifikat SNI,” katanya.
Untuk mendorong minat pedagang, pengelola juga memberikan sejumlah kemudahan, di antaranya bebas biaya sewa selama tiga bulan serta potongan harga sebesar 20 persen.
“Pedagang yang masuk diberikan kemudahan, tiga bulan gratis, diskon harga 20 persen,” ucap Jenal pada Radar Bogor, Kamis, 23 April 2026 siang.
Terkait masih minimnya aktivitas jual beli di lokasi tersebut, Jenal menyebut pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada para pedagang agar segera menempati lapak yang tersedia.
Selain itu, dari sisi infrastruktur penunjang, ia memastikan kondisi penerangan pasar sudah memadai. Perbaikan dan pemasangan lampu termasuk Penerangan Jalan Umum (PJU) juga telah dilakukan oleh dinas terkait.
“Kami sudah sosialisasikan, sudah ajak para pedagang untuk berjualan di pasar. Penerangan sudah memadai, lampu di pasar sudah terang, termasuk PJU teman-teman dinas sudah perbaiki dan pasang,” ujarnya.
Progran relokasi PKL ini berdampak positit terhadap kebersihan lingkungan. Timbulan sampah di kawasan Pasar Bogor tempat mereka dulu berjualan kini telah berkurang.
Wali Kota Bogor Dedie Rachim mencontohkan, di Jalan Pedati timbulan sampah biasanya sampai 20 ton dalam sehari.
Baca Juga: Situasi Timur Tengah Memanas, Kemenhaj Depok Tegaskan Jadwal dan Rute Haji Tetap Normal
“Hari ini dari laporan DLH berkurangnya sangat signifikan, kurang lebih sekitar 8 ton,” terang Dedie pada awak media.
Pemerintah Kota Bogor digaransi Dedie selalu berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik. Termasuk akses nyaman bagi pedagang berjualan.
“Memang PR-nya adalah bagaimana para pedagang yang kita relokasi ke Jambu Dua dan ke Sukasari itu juga mereka bisa nyaman. Pelanggan bisa mengakses ke mereka,” pungkasnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga