Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Haul ke-148 Raden Saleh di Empang Kota Bogor, Habib Luthfi bin Yahya Ajak Jaga Persatuan Bangsa

Fikri Rahmat Utama • Kamis, 23 April 2026 | 20:14 WIB
Habib Muhammad Luthfi menghadiri Haul Raden Saleh yang ke-148 di kawasan makam Raden Saleh di Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Kamis, 23 April 2026. (Sofiansyah/Radar Bogor)
Habib Muhammad Luthfi menghadiri Haul Raden Saleh yang ke-148 di kawasan makam Raden Saleh di Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Kamis, 23 April 2026. (Sofiansyah/Radar Bogor)

RADAR BOGOR — Peringatan Haul ke-148 Raden Saleh Syarif Bustaman digelar di kawasan Makam Raden Saleh, Empang, Bogor Selatan, Kota Bogor Kamis, 23 April 2026. Kegiatan berlangsung khidmat sejak siang dengan rangkaian dzikir, tahlil, maulid, pembacaan manaqib, sambutan hingga tausyiah.

Ratusan jamaah dari berbagai daerah tampak memadati lokasi sejak pagi hari, hadir dalam kegiatan tersebut Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Habib Luthfi bin Yahya, unsur Forkopimda, tokoh agama, serta masyarakat lintas agama dan suku.

Ketua Panitia, Turmudi Hudri, mengatakan peringatan haul menjadi momentum untuk mengenang sekaligus meneladani sosok Raden Saleh yang dinilai memiliki karakter kuat sebagai intelektual dan nasionalis. Ia menyebut, Raden Saleh bukan hanya dikenal sebagai pelukis, tetapi juga simbol keberanian dan kecintaan terhadap bangsa.

Baca Juga: Milad ke-65, UIKA Bogor Perkuat Peran Pendidikan dan Luncurkan 5 Program Beasiswa

“Raden Saleh bukan hanya pelukis, tetapi simbol keberanian dan kecintaan terhadap bangsa. Beliau membuktikan bahwa anak bangsa mampu diakui dunia tanpa kehilangan jati diri,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kiprah Raden Saleh tidak lepas dari semangat perjuangan. Walau di sekolahkan di Eropa tetapi konsisten yang menentang penjajahan yang terjadi di negaranya.

Menurutnya, nilai keberanian itu juga tergambar dalam karya seni, terutama saat Raden Saleh melukis ulang peristiwa penangkapan Pangeran Diponegoro dengan sudut pandang yang lebih bermartabat. Hal tersebut berbeda dengan versi pelukis kolonial yang menggambarkan peristiwa itu secara pasif.

Selain itu, Turmudi menyoroti nilai toleransi yang telah tumbuh sejak masa pemakaman Raden Saleh. Ia menyebut, ribuan masyarakat lintas latar belakang turut mengantarkan tokoh tersebut ke peristirahatan terakhirnya.

Baca Juga: Seleksi SDM Koperasi Merah Putih 2026 Dibuka, Pelamar Bisa Gunakan Materai.ID, Warga Bogor Bisa Daftar

“Ini menunjukkan bahwa nilai toleransi dan keguyuban sudah menjadi bagian dari Kota Bogor sejak ratusan tahun lalu,” katanya.

Ke depan, panitia berencana mengembangkan haul menjadi Festival Raden Saleh yang menggabungkan aspek edukasi dan ekonomi kreatif. Rencana tersebut mencakup lomba karya tulis hingga festival kuliner dengan konsep perpaduan budaya Timur dan Barat.

“Puncaknya direncanakan setiap 10 November, sebagai penguatan nilai perjuangan bagi generasi muda,” ucapnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa makam Raden Saleh sempat ditemukan kembali pada 1923 dan kemudian dibangun menjadi situs sejarah oleh Soekarno. Saat ini, panitia juga berencana melakukan penataan kawasan makam, termasuk pembangunan fasilitas penunjang seperti joglo.

Sementara itu, Habib Luthfi dalam tausyiahnya mengajak jamaah untuk menjadikan haul sebagai sarana refleksi terhadap kontribusi diri bagi bangsa. Ia menilai, Raden Saleh merupakan sosok yang mampu mengangkat martabat Indonesia hingga dikenal di Eropa melalui jalur seni.

“Beliau berdakwah melalui seni dan menunjukkan kecintaan yang besar kepada tanah air,” ujarnya.

Baca Juga: KPM Jangan Salah Info! Bansos PKH BPNT Tahap 2 April 2026 Masih Tahap Verifikasi Rekening, Ini Penjelasan Lengkapnya

Habib Luthfi juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah berbagai tantangan. Ia mengingatkan bahwa nilai-nilai perjuangan para tokoh terdahulu harus terus dijaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Merah Putih itu berdiri dengan pengorbanan para pejuang, di dalamnya ada kehormatan dan harga diri bangsa yang harus kita jaga bersama,” katanya.(uma)

Editor : Eka Rahmawati
#raden saleh #kota bogor #habib luthfi #empang