Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pemkot Bogor Genjot KUR 2026, Targetkan 14.738 UMKM Dapat Akses Modal

Fikri Rahmat Utama • Kamis, 23 April 2026 | 21:17 WIB
Sosialisasi program KUR di Kota Bogor oleh bagian perekonomian Pemkot Bogor.(Dok. Pemkot Bogor)
Sosialisasi program KUR di Kota Bogor oleh bagian perekonomian Pemkot Bogor.(Dok. Pemkot Bogor)

RADAR BOGOR — Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus mendorong optimalisasi program Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pada 2026, target sebanyak 14.738 pelaku UMKM di Kota Bogor dapat mengakses pembiayaan tersebut.

Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Bogor, Dewi Kurniasari, mengatakan program KUR menjadi bagian dari prioritas pembangunan daerah sebagaimana tertuang dalam RPJMD Kota Bogor 2025–2029. Program ini juga merupakan implementasi janji politik kepala daerah untuk memperluas akses permodalan dan pemasaran bagi pelaku usaha.

Ia menjelaskan, Pemkot Bogor melalui Bagian Perekonomian yang tergabung dalam Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) KUR aktif melakukan sosialisasi di berbagai wilayah. Kegiatan tersebut dilakukan hingga tingkat kelurahan dengan melibatkan sejumlah perangkat daerah dan lembaga penyalur KUR.

Baca Juga: Terjang 34 Kecamatan, BPBD Kabupaten Bogor Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana

“Sosialisasi dilakukan melalui kegiatan Mobil Keliling Pelayanan NIB SMART MERAPAT, kolaborasi dengan DPMPTSP, kelompok tani bersama DKPP, serta calon pekerja migran melalui Disnaker,” ujarnya.

Menurut Dewi, keberadaan KUR sangat penting bagi pelaku UMKM, khususnya yang baru merintis usaha. Skema pembiayaan dengan bunga rendah sebesar 6 persen per tahun dan tanpa agunan tambahan dinilai mampu membantu pelaku usaha memenuhi kebutuhan modal awal.

Baca Juga: Milad ke-65, UIKA Bogor Perkuat Peran Pendidikan dan Luncurkan 5 Program Beasiswa

“Modal ini dapat digunakan untuk membeli peralatan, bahan baku, hingga meningkatkan kapasitas produksi sehingga mampu memenuhi permintaan pasar,” katanya.

Ia menambahkan, KUR juga menjadi solusi konkret dalam mengatasi persoalan permodalan UMKM. Untuk pinjaman hingga Rp100 juta, pelaku usaha tidak diwajibkan memberikan agunan tambahan, selama usaha yang dijalankan dinilai produktif dan telah berjalan minimal enam bulan.

Baca Juga: Press Gathering, Kelurahan Kebon Kalapa Kota Bogor Beberkan Data Program dan Potensi Wilayah

Selain itu, terdapat beberapa jenis KUR yang dapat diakses sesuai kebutuhan pelaku usaha. Mulai dari KUR Super Mikro dengan plafon hingga Rp10 juta, KUR Mikro hingga Rp100 juta, KUR Kecil hingga Rp500 juta, hingga KUR Khusus untuk kelompok usaha.

Sementara itu, berdasarkan data Pemkot Bogor, realisasi penyaluran KUR pada 2025 mencapai Rp537,4 miliar dengan jumlah debitur sebanyak 13.639 orang. Di sisi lain, jumlah data calon debitur potensial yang telah diunggah ke dalam Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) mencapai 66.898 orang hingga 2025.

Dewi menyebut, pada 2026 pihaknya menargetkan pengunggahan 68 ribu data calon debitur KUR ke dalam SIKP. Sasaran program ini meliputi pelaku UMKM, kelompok tani skala mikro kecil, hingga pekerja migran.

“Melalui upaya ini, diharapkan semakin banyak pelaku usaha di Kota Bogor yang dapat mengakses pembiayaan KUR dan mengembangkan usahanya,” ucapnya. (uma)

Editor : Eka Rahmawati
#bogor #umkm #kur