RADAR BOGOR – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor kembali menggelar rapat lanjutan terkait rerouting trayek angkot menuju Pasar Jambu Dua, Kamis 23 April 2026.
Rapat rerouting trayek angkot yang berlangsung di kantor Dishub itu, dihadiri Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ), perwakilan sopir angkot, serta unsur terkait lainnya.
Kepala Bidang Angkutan Dishub Kota Bogor, Dody Wahyudin menjelaskan, rapat rerouting trayek angkot merupakan tindak lanjut dari pembahasan sebelumnya yang telah digelar pada November 2025.
Baca Juga: Beredar Bukti Transaksi Bansos PKH dan BPNT Rp1 Juta Cair, Cek Fakta Hasil Livin’ by Mandiri Di Sini
Sejumlah trayek seperti 08 dan 05 disebut sudah diarahkan masuk ke kawasan pasar, namun pelaksanaannya belum optimal.
“Memang sudah berjalan, tapi belum sepenuhnya masuk ke dalam pasar karena kondisi internal yang belum tertata dengan baik,” ujar Dody.
Ia menyebut, kendala utama masih berkutat pada penataan parkir di depan Pasar Jambu Dua yang belum rapi.
Baca Juga: Mau Bikin Bouquet Sendiri? Arunika Flower Bar Bogor Punya Banyak Pilihan Bunga
Keberadaan parkir kendaraan, khususnya sepeda motor di area depan pasar, dinilai menjadi hambatan samping yang mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
Selain itu, gate parkir yang belum difungsikan juga menjadi faktor penghambat. Dishub pun mendorong agar penataan parkir dipindahkan ke area atas atau belakang pasar agar akses kendaraan umum bisa lebih optimal.
Dalam rapat tersebut, Dishub juga memutuskan pembatasan jumlah angkot yang masuk ke dalam kawasan pasar pada tahap awal.
Baca Juga: Baru di Summarecon Bogor! Trinkhaus, Cafe Bistro Buat Nongkrong dari Pagi Sampai Malam
Sebanyak 50 unit angkot akan diizinkan masuk sambil melihat tingkat kebutuhan dan permintaan penumpang.
“Untuk tahap pertama dibatasi maksimal 50 kendaraan. Kalau load factor-nya tinggi dan permintaan meningkat, akan kita sesuaikan dengan penambahan trayek berikutnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, evaluasi akan terus dilakukan secara berkala, termasuk kemungkinan penambahan trayek lain di luar yang sudah berjalan seperti trayek 08, 25, dan 07.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan distribusi penumpang menuju Pasar Jambu Dua berjalan efektif.
Dishub juga menargetkan adanya pergeseran pusat aktivitas masyarakat dari kawasan padat seperti Suryakencana dan Pasar Bogor ke Pasar Jambu Dua. Dengan begitu, kepadatan lalu lintas di titik-titik tersebut bisa berkurang.
“Penataan transportasi bukan sekadar mengurai kemacetan, tapi memastikan pergerakan orang dan barang lebih tertib dan tepat sasaran,” ucapnya.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor, Jenal Abidin menyampaikan, rerouting angkot ini merupakan upaya menjawab kebutuhan pedagang.
Para pedagang menginginkan akses angkot yang lebih langsung ke Pasar Jambu Dua.
Saat ini beberapa trayek seperti 08, 25, dan Sukasari 03 sudah mulai masuk ke kawasan pasar meski belum sepenuhnya berjalan optimal.
PPJ pun terus berkoordinasi dengan Dishub untuk memastikan implementasi di lapangan berjalan sesuai rencana.
“Pada prinsipnya ini menjawab permohonan pedagang agar akses angkot ke pasar lebih mudah. Sudah berjalan, walaupun masih ada yang belum masuk secara konsisten,” singkatnya. (uma)
Editor : Yosep Awaludin