RADAR BOGOR - Aktivitas jual beli di kawasan Pasar Bogor ternyata didominasi oleh warga luar daerah. Fakta ini dikemukakan sendiri oleh pedagang di wilayah tersebut.
Para pedagang sempat menceritakan prihal aktivitas jual beli di Pasar Bogor ini kepada Wali Kota Bogor Dedie Rachim saat meninjau Jalan Pedati beberapa waktu lalu.
Dedie berbincang cukup panjang dengan mereka. Orang nomor satu di Kota Bogor itu turut menggali infomasi untuk menjadi dasar penguatan program relokasinya.
Baca Juga: Perkuat Kedaulatan Rupiah, BRI Resmikan Money Changer di PLBN Motaain NTT
“Sebagian menyampaikan bahwa perdagangan dan pembeli itu datangnya dari wilayah di luar Kota Bogor,” kata Dedie usai berbincang dengan pedagang.
Para pembeli disebut Dedie banyak datang dari wilayah Cisarua, Ciawi, Ciapus hingga Cihideung. Ia pun heran, sebab di wilayah mereka padahal sudah ada pasar juga.
Usut punya usut, mobilitas mereka ternyata didukung dengan keberadaan moda transportasi umum yang memadai. Termasuk trayek yang masuk ke pasar.
“Iya karena angkutannya ada. Jadi sambil mungkin belanja yang lain mereka datang ke sini. Saya berbincannya cukup panjang,” terang Dedie pada awak media.
Kondisi ini dipandang Dedie perlu dimanfaatkan dengan baik. Baginya perlu ada strategi khusus untuk mendekatkan konsumen pada produsen.
Oleh karenanya, Dedie mewacanakan untuk membangun pasar di sejumlah titik perbatasan. Sebab saat ini keberadaan pusat belanja terpusat di Bogor Tengah saja.
Baca Juga: BRI Tebar Dividen Rp52,1 Triliun, Fundamental Kuat dan Likuiditas Solid Siap Topang Ekspansi 2026
“Jangan-jangan kita perlu membangun juga pasar di perbatasan antara Kota Bogor dengan Ciawi misalnya, karena di sanalah demand-nya tinggi,” pungkasnya (bay)
Editor : Yosep Awaludin