RADAR BOGOR - Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik atau PSEL di Kayumanis terus dimatangkan.
Fasilitas PSEL di Kayumanis ini tak hanya diproyeksikan mengolah sampah lokal tapi juga dari daerah lain.
Hal itu diutarakan Wali Kota Bogor, Dedie Rachim. Ia menjelaskan PSEL di Kayumanis bisa saja menerima kiriman sampah dari Depok atau Kabupaten Bogor.
“Prioritasnya sampah Kota Bogor, tetapi tidak menutup kemungkinan sampah dari sekitar, seperti Kabupaten Bogor wilayah timur atau Depok juga bisa kita olah bersama. Karena ini kan pembangkit listrik tenaga sampah,” ujar Dedie.
Ia menjelaskan, proyek PSEL Kayumanis saat ini telah siap dari sisi lahan maupun administrasi. Bahkan, pembahasan di tingkat pusat juga sudah dilakukan.
“Lahan sudah siap, secara administrasi sudah siap. Secara teknis pembicaraan kita dengan Menko Pangan, Menteri Lingkungan Hidup, Mendagri termasuk Danantara sudah selesai dibahas. Tinggal nanti langkah berikutnya berupa lelang oleh Danantara,” jelasnya.
Baca Juga: PT SMI Gelar Forum Pembiayaan Infrastruktur, Menkeu Purbaya Soroti Kondisi Ekonomi dan Peran Swasta
Untuk kapasitas, fasilitas PSEL tersebut dirancang mampu mengolah sekitar 1.000 ton sampah per hari. Dedie optimistis, keberadaan PSEL akan menjadi solusi pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir di Kota Bogor.
“Bisa dibayangkan kalau kita benar-benar bisa melihat sampah dari hulu sampai hilir, kemudian sampahnya bisa dimanfaatkan menjadi listrik, tentu kita optimistis Kota Bogor akan lebih bersih,” ujarnya.
PSEL di Kayumanis merupakan lanjutan dari program serupa di TPS Galuga. Rencananya proyek ini akan mulai masuk tahap lelang pada bulan Juni 2026 mendatang. (bay)
Editor : Yosep Awaludin