RADAR BOGOR – Warga RW 10 Kelurahan Situ Gede, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor mulai menjalankan program pemilahan sampah dari rumah untuk menekan praktik pembakaran sampah.
Program pemilahan sampah di Situ Gede ini dijalankan bersama Dietplastik Indonesia melalui inisiatif FIREFLIES.
Penanggung Jawab Program, Farhan, menjelaskan FIREFLIES merupakan proyek perbaikan kualitas udara yang dijalankan di tiga kota, yakni Bogor, Depok, dan Jakarta.
Baca Juga: Rapper Kanye West Rumornya Bakal Gelar Konser di Jakarta 2026, Hayu Warga Nabung dari Sekarang!
Khusus di Bogor, program difokuskan di RW 10 Situ Gede dengan melibatkan masyarakat secara langsung dalam pengelolaan sampah.
“Permasalahan utama di sini adalah pembakaran sampah. Karena tidak dikelola dengan baik dan penjemputan sering terlambat, warga akhirnya memilih membakar. Itu yang ingin kita hilangkan,” ujarnya.
Ia mengatakan solusi yang didorong adalah pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.
Sampah organik dipisahkan untuk diolah melalui metode seperti kompos, biodigester, atau maggot.
Sementara sampah non-organik bernilai disalurkan ke petugas pemilah untuk memiliki nilai ekonomi.
“Dengan begitu, hanya sampah residu yang akan dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir oleh DLH. Residu ini seperti popok, tisu, atau sampah yang sudah tercampur,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, FIREFLIES juga dibarengi dengan sejumlah riset. Salah satunya riset antropologi sosial yang bekerja sama dengan peneliti dari Universitas Indonesia.
Riset itu untuk melihat kebiasaan dan pandangan warga terhadap pengelolaan sampah, termasuk praktik pembakaran.
Selain itu, tim juga tengah melakukan riset komposisi sampah atau Waste Analysis and Characterization Study (WACS) dengan melibatkan sekitar 150 rumah dari total 400 rumah di RW 10.
Setiap rumah diminta memilah sampah ke dalam empat kategori, yakni organik, non-organik, residu, dan B3.
“Selama delapan hari berturut-turut sampah dikumpulkan dan dianalisis. Di lapangan, sudah ada warga yang berhasil memilah, meski masih ada yang tercampur,” kata Farhan.
Tak hanya itu, FIREFLIES juga mengembangkan pemantauan kualitas udara dengan menggunakan sensor untuk mendeteksi dampak dari pembakaran sampah. Saat ini, alat tersebut masih dalam tahap kalibrasi.
Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, menyatakan pemilahan sampah menjadi bagian penting dalam kebijakan penanganan sampah dari hulu ke hilir.
Terutama menjelang rencana pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Ia menilai persoalan sampah tidak hanya berasal dari dalam kota, tetapi juga kiriman dari wilayah lain melalui aliran sungai.
Tanpa kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, persoalan lingkungan seperti banjir dan pencemaran akan terus terjadi.
Baca Juga: PT SMI Gelar Forum Pembiayaan Infrastruktur, Menkeu Purbaya Soroti Kondisi Ekonomi dan Peran Swasta
“Hari ini kita mulai sosialisasi kepada masyarakat tentang bagaimana memilah sampah. Ternyata sampah yang paling banyak itu popok bayi dan itu masuk kategori residu,” ujarnya.
Menurutnya, ke depan akan disiapkan penampungan khusus untuk sampah residu seperti popok.
Jika fasilitas PSEL telah beroperasi, jenis sampah tersebut dinilai menjadi salah satu bahan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi.
Ia menegaskan, pengelolaan sampah harus diarahkan agar tidak lagi menumpuk dan merusak lingkungan.
Dengan sistem yang tepat, sampah justru dapat memberikan nilai manfaat, termasuk sebagai bahan baku energi. (uma)
Editor : Yosep Awaludin