Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

WFH Jumat Pekan Kedua Diperketat, ASN Kota Bogor Wajib Shareloc 2 Kali Sehari untuk Pastikan Kerja dari Rumah

Muhamad Rifki Fauzan • Jumat, 24 April 2026 | 20:22 WIB
Wamendagri Bima Arya bersama Wali Kota Bogor Dedie A Rachim saat menyambangi salah satu ASN yang melaksanakan WFH.(Fauzan/Radar Bogor)
Wamendagri Bima Arya bersama Wali Kota Bogor Dedie A Rachim saat menyambangi salah satu ASN yang melaksanakan WFH.(Fauzan/Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Work From Home (WFH) di Kota Bogor masuk pekan kedua, Jumat, 24 April 2026 dan pelaksanaan skema kerja dari rumah ini pun terus diperketat.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bogor Dani Rahadian menjelaskan ada satu OPD yang mewajibkan pegawainya untuk melakukan Share Location/shareloc atau membagikan lokasi.

“Iya itu Dinas Pariwisata. ASN di sana wajib melakukan share location sebanyak dua kali, pada jam 10.00 WIB dan pukul 14.00 WIB,” beber Dani kepada Radar Bogor Jumat, 24 April 2026.

Sementara OPD lain menerapkan skema lain, pimpinan mereka kerap melakukan video cal untuk memastikan pegawainya bekerja dari rumah.

Baca Juga: Keberadaan ASN DPRD Kota Bogor Masih Jadi Tanda Tanya, Terakhir Terlihat Rapat 10 April 2026

“Ada juga yang zoom meet untuk semua pegawai yang WFH dan memastikan mereka bekerja di rumah. Jadi dipantau sama Kadisnya,” terang Dani.

Deni memberikan garansi pelaksanaan WFH di pekan kedua ini sudah jauh lebih baik ketimbang sebelumnya. Termasuk aplikasi yang digunakan.

“Laporan hasil kerja sudah bisa dilakukan di aplikasinya. Kendala presensi absen sudah bisa diatasi walau masih ada yang susah sinyal,” ujar Dani.

Baca Juga: Indonesia dan Prancis Perkuat Kemitraan Strategis Kebudayaan, Dorong Kolaborasi Museum hingga Industri Budaya

Tim dari BKPSDM disebut Dani juga turut memonitoring ke sejumlah OPD. Langkah ini merupakan intruksi langsung dari Sekretaris Daerah Kota Bogor, Denny Mulyadi.

“Mereka (OPD) sudah mematuhi aturan yang ditetapkan, mematikan listrik ruangan dan termasuk tidak menggunakan kendaraan dinas,” ucap Denny.

Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menjelaskan dari 11 ribu ASN ada 9 persen yang melaksanakan WFH, artinya sebanyak 1.054 bekerja dari rumah.

Dedie mengklaim, jika kebijakan ini dilakukan secara konsisten bisa mendorong efesiensi anggaran, angkanya bahkan ditaksir bisa mencapai ratusan juta.

“Kalau dihitung secara kasar, dalam satu hari itu ada penghematan dari listrik, penggunaan air, penggunaan BBM, secara akumulatif bisa mencapai hampir Rp900 juta per bulan. Itu baru dari eselon tiga ke bawah,” imbuhnya.(bay)

Editor : Eka Rahmawati
#kota bogor #asn #wfh