RADAR BOGOR – Potensi Sungai Kalibaru di Kelurahan Katulampa, Kota Bogor, sebagai destinasi kampung wisata mulai digarap serius. Salah satu langkah awal yang dilakukan yakni melalui aksi bersih sungai yang melibatkan sekitar 100 warga dan relawan dalam rangka memperingati Hari Bumi 2026, Sabtu, 25 April 2026.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi itu difokuskan pada pembersihan sampah anorganik dan material yang menghambat aliran sungai. Selain menjaga kebersihan lingkungan, aksi ini juga menjadi bagian dari upaya mitigasi bencana untuk menekan risiko banjir kiriman yang kerap mengancam wilayah tersebut.
Sejumlah unsur terlibat dalam kegiatan tersebut, di antaranya SalamAid, Polmas Bogor Timur, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Kelurahan Katulampa, Sekolah Islam Ibnu Hajar, SMK Bina Putra, Karang Taruna, serta warga dari RW 09 dan RW 19.
Baca Juga: Ratusan Koperasi di Kabupaten Bogor Belum Tertib RAT, DiskopUKM Intensifkan Pembinaan
Relawan SalamAid, Alma Maulana, mengatakan aksi ini tidak hanya bersifat seremonial, melainkan menjadi pintu masuk dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan secara berkelanjutan. Menurutnya, kebersihan sungai menjadi syarat utama jika kawasan tersebut ingin dikembangkan sebagai destinasi wisata.
“Hari ini kita jadikan momentum Hari Bumi untuk menggerakkan kepedulian warga. Kita ingin sungai ini tidak hanya bersih, tapi juga bisa dimanfaatkan sebagai sarana edukasi dan wisata berbasis masyarakat,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, dari hasil penyisiran kurang dari satu kilometer, sampah yang terkumpul hampir memenuhi satu truk DLH. Jenis sampah yang ditemukan didominasi plastik kemasan yang tersangkut di bebatuan maupun terbawa arus.
Baca Juga: Collagen Z, Inovasi IPB yang Sulap Limbah Ikan Jadi Produk Kolagen Bernilai Tinggi
“Ini menunjukkan masih adanya kebiasaan membuang sampah ke sungai. Edukasi harus terus dilakukan agar perubahan perilaku bisa terjadi,” ucapnya.
Alma menambahkan, pihaknya tengah mendorong pengembangan Kampung Pangulinan Katulampa sebagai destinasi wisata edukasi. Konsep tersebut menggabungkan pelestarian lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat, termasuk potensi pengembangan olahraga arung jeram.
Sementara itu, Lurah Katulampa Deni Ramdhani menilai kolaborasi lintas elemen dalam kegiatan ini menjadi kekuatan utama dalam menjaga lingkungan. Ia menyebut, keterlibatan masyarakat, komunitas, hingga pelajar menunjukkan adanya kepedulian bersama terhadap kondisi sungai.
“Kegiatan ini menjadi langkah awal yang baik. Selain menjaga lingkungan, ini juga bagian dari mitigasi agar aliran sungai tetap lancar dan tidak menimbulkan dampak saat hujan deras,” katanya.
Deni berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin dan berkelanjutan. Ia juga berencana mendorong pengembangan potensi kawasan tersebut ke tingkat pemerintah kota agar mendapat dukungan lebih lanjut, terutama dalam penyediaan sarana dan prasarana penunjang.
"Mudah-mudahan bisa diakomodir kebutuhan yang ada karena kita masih banyak aspek yang harus disiapkan, terutama sarana dan prasarana pendukung untuk menunjang pengembangan kawasan berbasis lingkungan tersebut," jelasnya.(uma)
Editor : Eka Rahmawati