Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

MCI Latih Safety Riding Sepeda Listrik Siswa SMP Berbasis AI di Kota Bogor, Pertama di Dunia

Fikri Rahmat Utama • Sabtu, 25 April 2026 | 16:59 WIB
Simulasi berbasis AI digunakan untuk melatih teknik berkendara aman sepeda listrik. (Fikri/Radar Bogor)
Simulasi berbasis AI digunakan untuk melatih teknik berkendara aman sepeda listrik. (Fikri/Radar Bogor)

RADAR BOGOR – Program pelatihan keselamatan berkendara sepeda listrik berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk siswa SMP resmi digelar di Kota Bogor. Program yang diinisiasi perusahaan Mitrapacific Consulindo Internasional (MCI) ini diklaim sebagai yang pertama di dunia, dengan menggabungkan teknologi analisis AI dan praktik langsung di lapangan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di kawasan Victoria Hill, yang berada di dalam area perusahaan Hiroto Group. Lokasi tertutup dipilih untuk memastikan keamanan peserta selama mengikuti pelatihan, sekaligus memberikan ruang belajar yang lebih terkontrol dibandingkan di jalan umum.

Presiden Direktur MCI, Kazuhiko Yamakawa, melalui penerjemah Muhammad Alwan, menjelaskan program ini bertujuan menekan angka kecelakaan lalu lintas roda dua, khususnya di kalangan remaja. Menurutnya, edukasi keselamatan perlu diberikan sejak dini seiring meningkatnya penggunaan sepeda listrik.

“Hari ini kami melakukan simulasi sosialisasi berkendara aman menggunakan sepeda listrik melalui analisis AI menggunakan kamera. Tujuannya untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas roda dua, terutama pada pengguna sepeda listrik,” katanya saat simulasi, Sabtu, 25 April 2026.

Dalam pelatihan tersebut, peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga praktik langsung teknik berkendara. Sistem berbasis AI digunakan untuk menganalisis pergerakan peserta, termasuk saat melakukan manuver seperti berbelok tajam.

Materi yang diberikan mencakup teknik counter steering, pengaturan arah pandang, hingga cara menjaga keseimbangan saat berkendara. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan sekaligus kepercayaan diri siswa saat menggunakan kendaraan roda dua.

“Kami fokus pada hal teknis, seperti bagaimana cara yang baik saat berbelok tajam, termasuk menjaga jarak pandang mata,” ucapnya.

Selain aspek teknis, program ini juga menekankan pembentukan kebiasaan keselamatan, seperti penggunaan helm dan kewaspadaan terhadap kondisi sekitar. Peserta juga mendapatkan evaluasi langsung berbasis AI, sehingga perkembangan kemampuan mereka dapat terukur secara objektif.

MCI menargetkan siswa SMP karena dinilai berada pada fase penting dalam pembentukan perilaku berkendara. Dengan ruang gerak yang masih terbatas, edukasi keselamatan diharapkan dapat tertanam lebih kuat sejak awal.

“Target kami siswa SMP karena kebiasaan bisa dibentuk sejak dini. Tingkat kecelakaan di kalangan usia ini juga cukup rawan,” katanya.

Berdasarkan data yang dihimpun, sekitar 50 persen korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas roda dua berasal dari kalangan remaja dan anak muda. Kondisi ini menjadi latar belakang pentingnya pengembangan program edukasi berbasis teknologi tersebut.

Ke depan, MCI berencana memperluas pelaksanaan program ke berbagai daerah di Indonesia. Perusahaan juga akan berkolaborasi dengan Hiroto Motor untuk mengembangkan metode pelatihan berbasis perekaman 3D serta teknologi AI dan augmented reality (AR).

Program ini diharapkan dapat mendorong terciptanya budaya berkendara yang lebih aman di kalangan generasi muda, sekaligus mendukung perkembangan kendaraan listrik yang ramah lingkungan di Indonesia. (uma)

Editor : Eka Rahmawati
#mci #kota bogor #ai #sepeda listrik