Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Program Taleus Jadi Strategi dan Andalan Pemkot Bogor Tekan Angka Stunting

Muhamad Rifki Fauzan • Minggu, 26 April 2026 | 09:20 WIB
Sejumlah program yang dijalankan Pemkot Bogor dan Pemerintah Kecamatan Bogor Selatan untuk menekan stunting.
Sejumlah program yang dijalankan Pemkot Bogor dan Pemerintah Kecamatan Bogor Selatan untuk menekan stunting.

RADAR BOGOR - Angka stunting di Kota Bogor masih menjadi perhatian. Berbagai strategi pun digencarkan, salah satunya melalui program Tanggap Leungitkeun Stunting atau Taleus Bogor. 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Erna Nuraena menjelaskan, stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan.

“Dampaknya bukan hanya pada pertumbuhan fisik, tetapi juga perkembangan kognitif, motorik hingga risiko penyakit tidak menular saat dewasa,” ujar Erna.

Baca Juga: Perjuangan Mantri Perempuan BRI di Kei Besar: Menembus Medan Ekstrem Demi Akses Keuangan Warga 3T

Ia memaparkan, prevalensi stunting di Kota Bogor berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 mencapai 18,2 persen.

Sementara pada 2024, berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), angkanya berada di 21,2 persen.

Namun, berdasarkan Bulan Penimbangan Balita (BPB), angka stunting menunjukkan tren penurunan.

Baca Juga: Kabar Gembira! Bank BSI Tercepat Cairkan Bansos PKH BPNT, Data Bayar Sudah Keluar di SIKS-NG

Pada Agustus 2023 terdapat 1.849 balita atau 2,59 persen yang terindikasi stunting dari 71.421 balita yang ditimbang.

“Di Agustus 2024 turun menjadi 1.588 balita atau 2,32 persen dari 68.320 balita yang ditimbang,” jelasnya.

Meski demikian, sejumlah faktor risiko masih ditemukan pada 2025. Di antaranya kasus anemia pada remaja, ibu hamil dengan kekurangan energi kronis (KEK), hingga bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR).

Baca Juga: Nongkrong 24 Jam di Puncak, Kuwa Koffie and Space Punya Live Music dan Pagelaran Seni

“Masalah stunting ini kompleks, tidak bisa hanya ditangani sektor kesehatan saja. Perlu keterlibatan lintas sektor dan masyarakat,” tegas Erna.

Untuk itu, Pemkot Bogor mengoptimalkan program Taleus Bogor dengan pendekatan kolaboratif lintas sektor.

Program ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan mulai dari pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha hingga masyarakat.

“Pendekatannya terpadu dan berjenjang, dari tingkat kota sampai RW. Intervensinya juga menyasar semua kelompok umur, mulai dari remaja, calon pengantin, ibu hamil hingga balita,” paparnya.

Baca Juga: Healing Tipis di Bogor, Justmine Luxury Hadirkan Spa ala Jepang yang Menenangkan

Selain itu, intervensi dilakukan melalui peningkatan layanan kesehatan, perbaikan status gizi masyarakat serta edukasi dan pemberdayaan masyarakat.

Dalam penanganan kasus, Dinas Kesehatan juga menghadirkan inovasi Penting Beres untuk mengatasi kendala rujukan balita stunting ke rumah sakit.

“Balita yang sulit dirujuk akan dikumpulkan di puskesmas, lalu dikonsultasikan dengan dokter spesialis anak melalui telekonseling,” ungkap Erna, Minggu 26 April 2026.

Baca Juga: Lolos Administrasi Koperasi Desa Merah Putih 2026? Segera Lakukan Hal Ini Sebelum Ujian 3 Mei Dimulai

Sejak diluncurkan pada 2025, program tersebut telah membantu 438 balita stunting secara lebih efektif.

Ia menambahkan, peran Bunda Peduli Stunting juga menjadi bagian penting dalam percepatan penanganan. 

Mulai dari tingkat kota hingga kecamatan, mereka aktif melakukan sosialisasi dan pendampingan kepada masyarakat.

Baca Juga: Saroempoen Bogor, Restoran Nusantara untuk Makan Santai hingga Acara Spesial

“Dengan kolaborasi semua pihak, kami optimistis angka stunting di Kota Bogor bisa terus ditekan,” pungkasnya. (bay)

Editor : Yosep Awaludin
#Taleus Bogor #kota bogor #stunting