RADAR BOGOR - Tarian Tor Tor meriahkan halal bihalal Ikatan Keluarga Pakantan di Aula Gedung Serba Guna DPRD Kota Bogor pada Minggu 26 April 2026 siang.
Alunan musik Gondang yang menjadi pengiring Tari Tor Tor membuat seluruh hadirin bergoyang. Mereka juga tampak mengenakan Ulos, slendang khas Suku Batak.
Ketua Panitia Halal Bihalal, Rahmad Lubis menjelaskan bahwa Tari Tor Tor sengaja dihadirkan, sebagai upaya melestarikan kebudayaan.
Baca Juga: Lebaran Desa Bojonggede ke-5 Diserbu Ribuan Warga, Parade Budaya 24 RW Jadi Simbol Keberagaman
“Apalagi disinikan banyak anak-anak mudanya. Supaya mereka juga tau tarian kebudayaan. Tadi ada penampilan Tor-Tor dari marga Lubis, Raja-Raja dan yang lain,” jelas Rahmad.
Rahmad menuturukan, pada prinsipnya halal bihalal ini jadi ajang untuk silaturahmi warga Pakantan yang merantau ke wilayah Jabodetabek.
Acara ini disebutnya mustahil terlaksana jika tidak ada kolaborasi antara generasi muda dan tau. Karena masing-masing punga peran penting.
Baca Juga: Menembus Pasar Global, SMK Kehutanan Bakti Rimba Siapkan Rimbawan Muda Berkarier di Jepang
“Orang tua mengarahkan dan anak muda yang menggerakan. Jadi intinya suksesnya acara ini karena hasil perpaduan antar keduanya,” jelas Rahmad.
Ketua IKP Jabodetabek, Rinaldi Lubis mengapresiasi atas kesuksesan halal bihalal ini. Sebagai orang yang dihormati, iapun mengaku terharu.
“Ini meriah banget, saya sangat bangga dan mengapresiasi panitia yang telah sukses menggelar acara halal bihalal ini,” kata Rinaldi pada Radar Bogor.
Baca Juga: Kontes Ikan Cupang Meriahkan HUT ke-27 Kota Depok, 1.310 Peserta Berebut Piala Wali Kota
Rinadli menegaskan berharap event serupa dapat kembali dilaksanakan di tahun yang akan datang. Pada dasarnya warga Pakantan adalah satu kesatuan.
“Karena pada dasarnya kita ini adalah keluarga. Yang dari Bandung ketemu di Bogor termasuk yang dari Jakarta juga jadi kita masih satu keluarga,” pungkasnya (bay)
Editor : Yosep Awaludin