RADAR BOGOR - Aksi pengeroyokan terjadi di sekitar kawasan Stasiun Bogor, Sabtu 25 April 2026. Insiden ini melibatkan seorang glandangan dan sejumlah pengamen.
Aksi tersebut pun terekam kamera ponsel dan viral di media sosial. Dalam video yang beredar, glandangan itu dipukul pada bagian punggung hingga mukanya.
Kanit Serse Polsek Bogor Tengah, Ipda Budi Setiawan mengatakan insiden pengeroyokan terhadap gelandangan itu terjadi sekira pukul 20.40 WIB. Petugas kemanan stasiun menerima laporan adanya keributan.
“Awalnya mereka ini ribut di bahwa JPO namun berpindah ke area pedestrian di Jalan Mayor Oking,” terang Budi pada Radar Bogor.
Reynaldi mencari informasi terkait permasalahan kejadian tersebut kepada ojeg sekitar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Budi menjelaskan bahwa gelandangan tersebut kerap memalak pengamen. Hal ini membuat mereka resah.
Baca Juga: Tarian Tor Tor Meriahkan Halal Bihalal IKP di Kota Bogor, Warga Pakantan Asik Bergoyang
“Pada saat memalak, pengamen itu tidak memberinya uang. Namun gelandangan tersebut memaksa lalu mengambil gitar dan membantingnya,” jelas Budi.
Aparat kepolisain dibantu dengan petugas kemanan terus berupaya untuk melerai aksi keributan tersebut. Akhirnya mereka berhasil dibubarkan.
Gelandangan tersebut kabur ke arah Lapas Paledang, sementara para pengamen membubarkan diri ke arah Jembatan Merah, Kecamatan Bogor Tengah.
Baca Juga: Lebaran Desa Bojonggede ke-5 Diserbu Ribuan Warga, Parade Budaya 24 RW Jadi Simbol Keberagaman
“Identitas korban atau gelandangannya bekum diketahui dia melarikan diri ke arah Lapas Paledang, termasuk pengamennya juga ikut bubar,” pungkasnya. (bay)
Editor : Yosep Awaludin