Rencana tersebut bahkan dikemukakan langsung oleh Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim saat berkunjung ke rumah kecil Margonda di Jalan Selot, Kecamatan Bogor Tengah, Minggu, 26 April 2026 sore.
Dedie menjelaskan sosok Margonda ternyata punya hubungan emosional yang erat dengan Kota Bogor. Mulai dari rumahnya, istri hingga tempat ia menempu bangku pendidikan.
“Maka insyaallah, ke depan kami akan berikan semacam penghargaan dalam bentuk prasasti sebagai bentuk apresiasiasi penghargaan atas perjuangan beliau melawan Belanda,” jelas Dedie.
Secara pribadi Dedie mengaku bahwa pihaknya pun cukup takjub dengan sosok Margonda. Ia memandang Margonda adalah sosok yang sangat cerdas dan pandai.
“Beliau ini lulusan Sekolah Analis Kimia. Maka kesan saya pasti Pak Margonda ini orang pandai. Karena zaman itu orang yang bisa masuk sekolah tidak banyak dan beliau 11 dari 12 siswa yang lulus,” terang Dedie.
Selain itu Margonda juga dinilai sosok yang gigih dalam berjuang. Terbukti meski ia lulusan Sekolah Kimia, Margonda lebih memilih sebagai pejuang ketimbang berkarir di dunia akademisi.
Baca Juga: SDN Margajaya 1 Konsisten Cetak Hafidz Al-Quran hingga 5 Juz, Didukung Kemenag Kota Bogor
“Sehingga namanya diabadikan sebagai Jalan Margonda nah di Bogor karena dia orang sini kita tentu perlu memberikan perhatian kepada nilai kepahlawanan beliau,” papar Dedie.
Di sisi lain, Dedie juga turut menceritakan peran Kota Bogor dalam perjuangan pahlawan di Depok. Wilayah ini rupanya sempat menjadi pemakaman masal para pejuang yang gugur di Depok.
“Iya di depan 1881 Stasiun Bogor yang sekarang panggung di Alun-Alun Kota Bogor pernah dijadikan sebagai tenpat pemakaman masal dari para pejuang yang gugur pada saat itu di Kalibata,” ungkapnya.
Namun secara teknis makam-makam tersebut sudah dipindahkan. Sebagian kerangka jenazahnya ditempatkan ke Tempat Pemakaman Umum Dreded, Kecamatan Bogor Selatan.(bay)
Editor : Eka Rahmawati