Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kebiasaan Masyarakat Membuang Sampah ke Saluran Air Picu Banjir di Kota Bogor, PUPR Bakal Lakukan 

Fikri Rahmat Utama • Senin, 27 April 2026 | 11:30 WIB
Ilustrasi banjir yang merendam rumah warga di Kelurahan Tegallega, Kota Bogor. (Foto : Fauzan/Radar Bogor)
Ilustrasi banjir yang merendam rumah warga di Kelurahan Tegallega, Kota Bogor. (Foto : Fauzan/Radar Bogor)

RADAR BOGOR – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor mengungkap penyebab utama banjir yang terjadi di sejumlah wilayah.

Salah satunya banjir dipicu oleh kebiasaan masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan ke saluran air.

Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Juniarti Estiningsih mengatakan, persoalan banjir tidak semata-mata disebabkan oleh kapasitas drainase yang kecil.

Baca Juga: Distribusi LPG Subsidi di Kota Bogor Diawasi Ketat, Agen Nakal Bakal Disanksi Tegas

Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, banyak titik saluran yang tersumbat sampah, terutama di bagian ujung atau pertemuan saluran.

“Masalah utamanya bukan hanya ukuran drainase yang kecil. Saat kami cek, ujung saluran tersumbat oleh berbagai jenis sampah, mulai dari styrofoam hingga bungkus kopi saset,” ujarnya saat ditemui di Kebun Raya Bogor, Sabtu 25 April 2026.

Ia menjelaskan, setiap kali hujan turun, sampah dari berbagai titik terbawa arus dan berkumpul di titik crossing drainase.

Baca Juga: Progres Positif Bansos PKH dan BPNT Tahap 2, Update Penyaluran Bantuan Pangan Diperpanjang hingga Mei 2026

Kondisi tersebut membuat aliran air tidak dapat masuk ke saluran dengan optimal hingga akhirnya meluap ke permukaan.

“Setiap hujan, sampah itu terbawa arus dan menyumbat crossing drainase. Akibatnya air tidak bisa masuk ke saluran dan akhirnya meluap,” ucapnya.

Salah satu wilayah yang menjadi sorotan adalah kawasan Bogor Permai (Boper) yang kerap terdampak banjir.

Baca Juga: FIFA Bakal Naikkan Hadiah Piala Dunia 2026, Negara yang Tersingkir di Fase Grup Aja Dapat Rp155 Miliar

Dari hasil pemantauan, penyumbatan saluran oleh sampah menjadi faktor dominan yang memicu genangan di kawasan tersebut.

Selain itu, PUPR juga menyoroti kondisi drainase di kawasan Suryakencana (Surken).

Dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan normalisasi melalui pengerukan sedimen untuk meningkatkan kapasitas aliran air.

“Untuk wilayah Suryakencana, fokus kita normalisasi drainase. Karena kontrolnya terlalu jauh, rencananya akan dilakukan pengerukan sedimen,” jelasnya.

Baca Juga: Ide Banner Jualan Hewan Kurban Idul Adha 2026, Lengkap dengan Contoh dan Kata-Kata Menariknya

PUPR juga akan mengevaluasi kemungkinan pelebaran saluran drainase pasca penertiban PKL. Langkah tersebut akan disesuaikan dengan hasil pemetaan terbaru di lapangan.

Juniarti menambahkan, pihaknya terus mendokumentasikan kondisi drainase yang tersumbat dan membagikannya melalui media sosial sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat.

Hal ini dilakukan agar kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan dapat meningkat.

Baca Juga: Ide Banner Jualan Hewan Kurban Idul Adha 2026, Lengkap dengan Contoh dan Kata-Kata Menariknya

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Dedie Rachim menyebut kondisi banjir yang melanda Kota Bogor dalam sepekan terakhir tidak lepas dari persoalan sampah.

Menurutnya, kebiasaan membuang sampah ke saluran air maupun sungai memperparah dampak saat hujan turun.

“Kalau tertahan mengakibatkan tumpukan sampah dan banjir lintasan,” kata Dedie kepada awak media di Mako Damkar Yasmin.

Baca Juga: Kabar Bansos Hari Ini, Satu Bank Penyalur Resmi Berstatus SPM, Dua Bantuan Dipastikan Masih Cair di Pekan Terakhir April

Ia mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam membuang sampah, khususnya warga yang tinggal di bantaran sungai.

Dedie menegaskan, perilaku tersebut harus dihentikan agar tidak menimbulkan dampak lebih luas.

“Jadi kita harus lebih bijak tidak buang sampah sembarangan. Khususnya warga yang tinggal di sekitaran sungai jangan buang sampah ke sungai,” jelasnya. (uma)

Editor : Yosep Awaludin
#kota bogor #pupr #banjir