Banjir Cibuluh Terus Berulang, Pemkot Bogor Siapkan Normalisasi Sungai hingga Sodetan Baru
Muhamad Rifki Fauzan• Rabu, 29 April 2026 | 12:25 WIB
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin saat menyampaikan informasi soal penanganan banjir di Cibuluh. (Foto : Fauzan/Radar Bogor)
RADAR BOGOR – Warga Cibuluh, Bogor Utara, Kota Bogor kembali mengeluhkan banjir yang kerap terjadi saat hujan turun.
Banjir yang melanda Cibuluh ini disebut sudah menjadi rutinitas tahunan yang belum juga tertangani secara tuntas.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengatakan pihaknya telah melakukan diagnosa terkait penyebab banjir di wilayah Cibuluh. Hasilnya, ditemukan sejumlah persoalan yang saling berkaitan.
“Kita bedah fokus secara diagnosa banjir Cibuluh yang rutinitas tahunan ini masalahnya apa. Ternyata banyak sekali. Penyempitan, pendangkalan, sampah yang melimpah, bangunan liar,” jelasnya.
Sebagai langkah awal, Pemkot Bogor akan melakukan normalisasi Sungai Ciluar dalam waktu dekat. Pengerukan akan dilakukan menggunakan alat berat.
“Tadi kita fokus salah satu alternatif treatment, dalam waktu dekat kita akan normalisasi, pengerukan Sungai Ciluar dengan alat berat,” ujar Jenal.
Namun, proses tersebut masih terkendala akses masuk alat berat ke lokasi sungai.
Gang sempit menjadi hambatan utama, meski ada alternatif jalur melalui kawasan perumahan.
“Permasalahannya akses alat berat ke kali itu masih kita cari karena gang-gang sempit. Tapi ada informasi lewat perumahan, beko bisa masuk,” terangnya.
Pemkot Bogor juga menyiapkan langkah jangka panjang berupa pembuatan sodetan. Saat ini, kajian awal atau feasibility study (FS) tengah disiapkan.
“Tadi Bu Kadis saya tugaskan minggu depan FS-nya segera dibuat. Kendalanya belum dianggarkan, kita cari pembiayaan dari provinsi, pusat, atau CSR,” katanya.
Menurut Jenal, persoalan banjir di Cibuluh sudah berlangsung cukup lama dan membutuhkan penanganan serius.
“Ini masalah darurat, sudah hampir lima tahun banjir terus. Kasihan warga,” ungkapnya.
Sementara itu, terkait kolam retensi, ia menilai fungsinya saat ini belum optimal. Selain hanya menampung air sementara, kondisi kedalamannya juga mengalami penurunan.
“Kolam retensi itu sifatnya hanya transit air. Kedalamannya juga sudah berkurang, dari awalnya 12 meter sekarang mungkin tinggal 4 sampai 5 meter,” jelasnya.
Pemkot Bogor pun berencana melakukan normalisasi kolam retensi agar kapasitas tampungnya kembali maksimal.
“Mudah-mudahan setelah sodetan dilakukan dan kolam dinormalisasi, debit air Sungai Ciluar bisa berkurang dan tidak lagi meluap ke permukiman warga,” pungkasnya. (bay)