RADAR BOGOR - Lintasan kereta sebidang masih banyak ditemukan di Kota Bogor. Kondisi ini dinilai membahayakan pengguna jalan karena rawan kecelakaan.
Kepala Dinas Perhubungab Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto membocorkan bahwa sedikitnya ada 8 titik lintasan kereta sebidang di wilayah ini.
“Di Tatawinata, lintasan kereta 28 Kebon Pedes, lintasan 01 Pasar Anyar, lintasan 02, Pasar Anyar, lintasan 04, Kantor Batu, Dreded dan Cipaku,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, di Kota Bogor sendiri juga masih ditemukan adanya lintasan kereta tanpa palang pintu. Dinas Perhubungan mencata ada dua lokasi.
“Ada dua titik di kita. Pertama di MA Salmun dan deket Stoplet Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal,” beber Sujatmiko pada Radar Bogor, Rabu 29 April 2026.
Di MA Salmun penjagaan lalu lintas diawasi oleh petugas KAI. Mereka turut menginformasikan kepada para pengendara jika kereta akan melintas.
Perlintasan kereta MA Salmun sendiri dilalui oleh pengendara dari dua wilayah. Seperti kawasan Argo menuju Jalan Dewi Sartika, begitupun sebaliknya.
Lintasan ini MA Salamun sendiri direncanakan akan ditutup. Sebagai gantinya pemerintah akan membuat fly over yang saat ini sudah mengantongi izin.
Sementara di lintasan Sukaresmi, sebetulnya sudah ada palang pintu. Namun langkah tersebut dipasang secara swadaya oleh masyarakat sekitar.
Sujatmiko menegaskan masyarakat Kota Bogor mesti belajar dari insiden maut yang terjadi di Bekasi Timur. Mereka mesti waspada saat melalui perlintasan kereta.
“Demi keselamatan bersama, wajib berhentu sebelum melintas rel. Tengok ke kiri dan ke kanan, pastikan tidak ada kereta yang akan lewat,” jelas Sujatmiko.
Para pengendara juga diminta untuk tidak bermain HP, mereka yang masih nakal menggunalan headset saat berkendara sudah wajib melepasnya.
“Jika kendaraan mogok di tengah rel, segera tinggalkan kendaraan dan menjauh dari jalur kereta. Ingat, kereta tidak bisa ngerem mendadak. Utamakan keselamatan, bukan kecepatan,” pungkasnya. (bay)
Editor : Yosep Awaludin