RADAR BOGOR – Rencana aksi pembukaan paksa akses Jalan Saleh Danasasmita di kawasan Batutulis–Cipaku beredar luas di media sosial dan pesan berantai. Aksi tersebut disebut akan digelar pada Jumat, 1 Mei 2026 pukul 08.00 WIB dengan titik kumpul di kawasan Mbah Dalem.
Dalam informasi yang beredar, aksi itu akan melibatkan warga Bogor dan sejumlah aliansi ojek online (ojol) dengan tujuannya untuk mendesak Pemerintah Kota Bogor agar segera mempercepat pembangunan jalan baru Batutulis yang hingga kini dinilai belum menunjukkan tindak lanjut signifikan.
Seruan tersebut juga mengajak berbagai kalangan untuk turut berpartisipasi, warga menilai, penutupan akses jalan selama ini berdampak pada aktivitas harian, menghambat mobilitas, serta memengaruhi roda perekonomian di wilayah sekitar.
Lurah Batutulis, Muhammad Idrus, mengaku tidak mengetahui secara resmi rencana aksi tersebut dan menegaskan, tidak ada pemberitahuan maupun koordinasi yang masuk ke pihak kelurahan.
“Sepengetahuan saya, kami tidak tahu menahu, insyaallah warga kami tidak terlibat walaupun dugaan ajakan memang ada,” ujar Idrus saat dikonfirmasi, Kamis, 30 April 2026.
Pihaknya juga telah mengimbau masyarakat melalui RT dan RW agar tidak mudah terprovokasi oleh ajakan yang belum jelas legalitasnya, langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kondusivitas wilayah.
“Saya sudah melakukan imbauan kepada warga melalui RT RW untuk tidak terprovokasi, tidak ada pemberitahuan sama sekali,” tegasnya.
Idrus menambahkan, informasi terkait rencana aksi itu baru ia terima dari pesan WhatsApp yang diteruskan oleh LPM. Bahkan, pihak LPM juga menyatakan tidak ada keterlibatan warga Batutulis dalam agenda tersebut.
Sementara itu, Camat Bogor Selatan, Harry Cahyadi, mengatakan pihaknya masih melakukan koordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam). Hingga saat ini, belum ada surat pemberitahuan resmi kepada pihak kepolisian.
“Hasil dari komunikasi dengan forkopimcam, belum ada surat pemberitahuan resmi ke Polresta Bogor terkait agenda tersebut,” ujarnya.
Ia menambahkan, langkah sementara yang dilakukan pihak kecamatan adalah memonitor perkembangan situasi di lapangan, hal itu untuk mengantisipasi potensi gangguan ketertiban jika aksi benar-benar terjadi.
“Kami akan memonitor,” singkatnya. (uma)
Editor : Eka Rahmawati