RADAR BOGOR - Kelurahan Babakan sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi di Kota Bogor masih dihadapkan pada sejumlah persoalan perkotaan. Penataan pedagang kaki lima (PKL) serta penanganan banjir lintasan menjadi isu utama yang terus mendapat perhatian pemerintah setempat di tengah tingginya aktivitas usaha di wilayah tersebut.
Lurah Babakan Andri Junizar mengungkapkan wilayahnya memiliki potensi ekonomi yang besar. Dengan luas sekitar 146,2 hektare, Babakan menjadi salah satu pusat aktivitas usaha di Kecamatan Bogor Tengah.
Data kelurahan mencatat terdapat sekitar 17 hotel berbintang serta puluhan kafe dan restoran yang aktif berkontribusi terhadap pajak daerah, jumlah wajib pajak pun mencapai 1.953.
Baca Juga: IDI Kota Bogor Siapkan Tiga Agenda Besar pada Mei 2026, Ada Forum Ilmiah hingga Fun Walk
“Kalau dibandingkan dengan kelurahan lain di Bogor Tengah, Babakan termasuk yang memiliki pelaku usaha paling banyak, mulai dari hotel, restoran hingga kafe, di sektor pendidikan juga cukup lengkap,” ujarnya, Kamis, 30 April 2026.
Namun di balik potensi tersebut, persoalan penataan PKL menjadi perhatian utama, tercatat sekitar 1.115 pedagang tersebar di sejumlah titik strategis seperti Jalan Malabar, Sancang, hingga kawasan rumah sakit.
Menurut Andri, penataan dilakukan melalui pendekatan pembinaan, mengingat keterbatasan lahan relokasi. Dalam tiga bulan ke depan, pihaknya menargetkan penataan yang lebih tertib, khususnya dalam penggunaan trotoar dan bahu jalan.
“Kami lakukan pembinaan agar PKL tidak menggunakan trotoar sembarangan, karena belum ada lahan relokasi, maka pendekatannya penataan bertahap,” jelasnya.
Selain itu, persoalan banjir lintasan juga masih kerap terjadi, terutama di wilayah RW 03 dan RW 06, kondisi ini dipicu oleh sistem drainase yang tidak berfungsi optimal.
“Banyak drainase ditutup permanen oleh warga untuk kepentingan bangunan, saat hujan besar, aliran air tidak bisa dikontrol sehingga terjadi banjir,” katanya.
Untuk mengatasi hal tersebut, pihak kelurahan telah berkoordinasi dengan dinas terkait guna melakukan normalisasi drainase serta saluran air di wilayah terdampak.
Di sisi lain, pembangunan infrastruktur terus dilakukan, salah satunya melalui kegiatan sarana prasarana (sarpras) dari APBD berupa pengaspalan jalan di RW 02.
Tak hanya fokus pada fisik wilayah, Babakan juga memperhatikan aspek sosial. Saat ini tercatat 14 anak dalam kategori stunting yang terus mendapatkan intervensi. Selain itu, sebanyak 471 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).
“Alhamdulillah, kami juga dibantu yayasan untuk pemberian susu dan makanan tambahan, target kami angka stunting ini terus menurun,” ujar Andri.
Dengan berbagai potensi dan tantangan tersebut, pihak kelurahan berharap adanya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk mewujudkan Babakan yang lebih tertata dan mandiri.(ded)
Editor : Eka Rahmawati