RADAR BOGOR - Kelurahan Gudang terus melakukan pembenahan guna meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus kesejahteraan masyarakat. Di bawah kepemimpinan lurahnya, wilayah yang berada di pusat aktivitas ekonomi ini mengusung program bertajuk “HEBAT” sebagai arah pembangunan ke depan.
Lurah Gudang Feri Setiawan menekankan bahwa pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan berkelanjutan menjadi fokus utama dalam menciptakan lingkungan permukiman yang nyaman, bersih, dan hijau.
Ia menyampaikan bahwa meskipun wilayahnya memiliki tingkat kepadatan penduduk yang tinggi, berbagai upaya terus dilakukan untuk mewujudkan kondisi lingkungan yang lebih tertata. Hal tersebut disampaikannya saat pemaparan di Aula Kelurahan Gudang pada Kamis, 30 April 2026.
Baca Juga: Jadi Pusat Ekonomi, Kelurahan Babakan Kota Bogor Hadapi Masalah PKL hingga Banjir Lintasan
“Misi kami adalah mewujudkan lingkungan permukiman yang nyaman, bersih, dan asri, walaupun kondisi wilayah padat, kami terus berupaya maksimal,” ujar Feri dalam pemaparan di Aula Kelurahan Gudang, Kamis, 30 April 2026.
Menurutnya, kepadatan penduduk memang menjadi tantangan tersendiri, namun penataan wilayah tetap dijalankan secara konsisten, termasuk dalam menjaga ketertiban serta keamanan lingkungan.
Dalam dua tahun terakhir, perubahan signifikan mulai terlihat. Wilayah yang sebelumnya kerap diidentikkan dengan potensi konflik seperti tawuran, kini berangsur menjadi lebih kondusif. Hal ini tidak terlepas dari upaya rutin melalui program Jaga Lembur yang digelar setiap malam akhir pekan guna meningkatkan kewaspadaan warga.
Secara administratif, Kelurahan Gudang memiliki luas sekitar 32,5 hektare dengan jumlah penduduk mencapai 6.447 jiwa per Maret 2026. Lokasinya yang berbatasan langsung dengan kawasan perdagangan Suryakencana menjadikan penataan pedagang kaki lima (PKL) sebagai salah satu agenda utama.
Penertiban serta pembinaan terus dilakukan di sejumlah titik seperti Jalan Bataman, Jalan Pedati, dan Jalan Lawang Saketeng. Ratusan PKL diarahkan agar tetap dapat menjalankan aktivitas ekonomi tanpa mengganggu ketertiban umum.
Selain pembangunan fisik, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian. Kelurahan Gudang memfasilitasi pendidikan nonformal melalui program PKBM Paket A, B, dan C sebagai upaya menekan angka putus sekolah.
Tak hanya itu, kerja sama dengan Universitas BSI juga dilakukan dalam bentuk pelatihan komputer grafis bagi kader PKK serta pengurus RT dan RW.
Di sektor ekonomi, potensi UMKM lokal seperti kuliner khas toge goreng dan es pala terus didorong pengembangannya. Pemerintah kelurahan juga telah membangun 10 unit septic tank komunal melalui bantuan pemerintah pusat serta menginisiasi pembentukan Koperasi Kelurahan Merah Putih.
“Inovasi lain yang kami jalankan adalah pembentukan Kelompok Wanita Tani Geulis. Meski keterbatasan lahan menjadi kendala, kami berkolaborasi dengan pihak KAI untuk memanfaatkan lahan di sekitar rel kereta,” tambahnya.
Baca Juga: Warga Tanah Sareal Kota Bogor Ditemukan Meninggal di Atap Rumahnya, Diduga Tersengat Listrik
Mengakhiri pemaparannya, Feri membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk media, guna mendukung promosi potensi wilayah serta kegiatan sosial masyarakat. Ia menegaskan bahwa pihaknya terbuka terhadap kolaborasi yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.(Ded)
Editor : Eka Rahmawati