RADAR BOGOR - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bogor dinilai masih minim, yang mana dalam satu tahun mengumpulkan uang senilai Rp1,7 triliun.
Hal itu mengemuka saat DPRD Kota Bogor menggelar Rapat Paripurna dengan agenda pembahasan LKPJ Wali Kota Bogor Tahun 2025, Kamis, 30 April 2026 sore.
Ketua Pansus LKPJ, Ahmad Aswandi menjelaskan peningkatan PAD adalah salah satu hal yang paling penting untuk menunjang visi dan misi wali kota.
“Kalau pendapatannya nggak bisa, ya sulit. Maka yang paling penting adalah pendapatannya,” tegas Aswandi.
Pemerintah Kota Bogor diinilai mesti lebih kreatif untuk meningkatkan PAD serta tidak boleh hanya mengandalkan pendapatan dari PBB saja.
“Ke depan pendapatan harus kreatif, terutama Bapenda, harus mampu menciptakan potensi pendapatan yang baru atau di luar kebiasaan,” terangnya.
Baca Juga: Usung Program HEBAT, Kelurahan Gudang Kota Bogor Benahi Infrastruktur hingga SDM
Jika PAD sudah terkumpul bisa digunakan untuk kebutuhan masyarakat. Misalnya untuk Biaya Tak Terduga (BTT) atau Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
“Jangan sampai masyarakat menunggu bantuan tidak ada kabar, tidak ada harapan. Jadi begitu terjadi bencana, penanganannya harus cepat,” ujarnya.
Tak tanggung-tanggung DPRD Kota Bogor menargetkan agar Pemkot mampu menghasilkan PAD hingga Rp2 triliun dalam satu tahun ini.
“Hari ini PAD kita kurang lebih 1,7 ya bisa naik syukur-syukur bisa berapa Rp2 triliun. Ditambah kita juga ada pengurangan dana tranfer, jadi harus kreatif,” pungkasnya.(bay)
Editor : Eka Rahmawati