RADAR BOGOR – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Bogor berhasil menyelenggarakan Konferensi Cabang (Konfercab) ke-XXII sebagai forum tertinggi pengambilan keputusan di tingkat cabang. Kegiatan ini dilaksanakan di dua lokasi, yakni pembukaan di Gedung DPRD Kota Bogor dan sidang pleno di Gedung KNPI Kota Bogor.
Pembukaan acara dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin, Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Dadang Iskandar Danubrata, Ketua Umum DPP GMNI Risyad Fahlevi, serta Ketua DPC GMNI Bogor periode 2024–2026 Yunandra Sowakil.
Baca Juga: Hasil PAD di Kota Bogor Masih Minim, DPRD Minta Pemkot Kreatif Kejar Pendapatan Daerah
Proses sidang pleno berlangsung dinamis. Agenda yang awalnya dijadwalkan pada 13–17 Maret 2026 sempat mengalami penundaan dan kemudian dilanjutkan hingga penutupan pada Minggu, 26 April 2026. Penyesuaian jadwal ini dilakukan agar tidak berdekatan dengan perayaan Hari Raya Idulfitri.
Setelah melalui rangkaian persidangan yang panjang, demokratis, dan penuh dinamika, forum akhirnya menetapkan Muhammad Alwan Ramadhana sebagai Ketua DPC GMNI Bogor periode 2026–2028 secara aklamasi pada pukul 23.25 WIB.
Kelancaran pelaksanaan Konfercab XXII juga didukung oleh peran Ketua Pelaksana Slamet Supriyanto yang mengawal jalannya kegiatan hingga selesai, meskipun dihadapkan pada berbagai kendala yang membuat agenda berlangsung lebih lama dari rencana semula.
Baca Juga: Kekerasan Berbasis Gender Masih Tinggi, Pemuda Katolik Bogor Barat Ajak Kolaborasi Semua Pihak
Sebagai organisasi dengan sejarah panjang, GMNI Cabang Bogor telah berdiri sejak 1957, dengan Pong Suwignyo sebagai ketua pertama dan Gunawan Wiradi sebagai bendahara. Dalam perjalanannya, organisasi ini juga pernah mengalami masa pembekuan pada 1965–1976, yang menjadi bagian dari dinamika gerakan nasionalis di Indonesia.
Ketua terpilih, Muhammad Alwan Ramadhana, menegaskan bahwa hasil Konfercab merupakan kemenangan bersama seluruh kader GMNI Cabang Bogor, bukan kemenangan individu.
Ia menyebut capaian tersebut sebagai hasil dari gagasan, semangat, dan harapan untuk membawa organisasi menjadi lebih progresif dan intelektual dalam memperjuangkan kepentingan kaum Marhaen.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Dengan terselenggaranya Konfercab ini, GMNI Cabang Bogor diharapkan mampu memperkuat perannya dalam membangun gerakan mahasiswa yang progresif, berlandaskan ideologi, serta berpihak pada kepentingan rakyat sesuai dengan cita-cita Sosialisme Indonesia.
“Amanah ini adalah tanggung jawab sejarah yang harus diwujudkan melalui kerja nyata dan pembuktian,” ujar Alwan.(Cr1)
Editor : Eka Rahmawati