Peristiwa di Yogyakarya Jadi Alarm, Pemkot Diminta Sidak Daycare di Kota Bogor

Muhamad Rifki Fauzan • Dipublikasikan Jumat, 1 Mei 2026 | 10:05 WIB
Ilustrasi garis polisi. Kasus daycare di Yogyakarta harus jadi alarm, termasuk di Kota Bogor.
Ilustrasi garis polisi. Kasus daycare di Yogyakarta harus jadi alarm, termasuk di Kota Bogor.

RADAR BOGOR - Dugaan kekerasan anak yang terjadi pada salah satu daycare di Yogyakarta dinilai jadi alarm serius. Pemkot Bogor mesti memperketat pengawasan.

Alarm kasus daycare itu diutarakan Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor, Banu Lesamana. Ia menegaskan perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama.

Negara disebutnya mesti hadir untuk memastikan setiap anak tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat serta bermartabat.

Baca Juga: Bikin Sendiri di Rumah, Ini Rahasia Racikan Roasted Milk Tea yang Creamy dan Harum

“Oleh karenanya, kami mendorong peningkatan pengawasan rutin dan inspeksi mendadak oleh dinas terkait ke daycare guna memastikan standar perlindungan anak benar-benar dijalankan,” tegas Banu.

Banu memberikan garansi, pihaknya siap membersamai jika Pemkot Bogor melaksanakan usulan tersebut. Sebab ini juga peringatan bagi DPRD itu sendiri.

“Adanya kasus ini jadi alarm bagi kami juga, tentu sidak yang diusulkan kepada dinas teknis berlaku bagi dprd agar bisa terlibat,” terang Banu pada Radar Bogor.

Baca Juga: Sangra Coffee Hadir di Kampus IPB Baranangsiang, Tawarkan Diskon dan Tempat Nyaman untuk Mahasiswa

Pemerintah Kota Bogor mesti memiliki satu sistem yang mudah diakses oleh orang tua guna merespon cepat aduan terkait dugaan kekerasan pada anak.

“Dan Pemkot melalui aparatur wilayah serta Satpol PP  harus proaktif memastikan kepemilikan izinnya,” ujar Banu saat dikonfirmasi lebih lanjut, Jumat 1 Mei 2026.

Berdasarkan data dari DPMTSP Kota Bogor ada sedikitnya ada enam daycare yang sudah mengantongi izin untuk melakukan pelayanan.

Baca Juga: Simak Daftar Daerah Pencairan PKH Tahap 2 dan BPNT April 2026: Lebih dari 100 Wilayah Mulai Transfer

“Ini sama dengan pendidikan Paud informal. Izin yang diajukan dengan KBLI 85134 tersebut terhitung sejumlah 6 izin terbit,” ungkap Sekretaris DPMTSP, Cecep Zakaria.

Keberadaan daycare sendiri belakangan ini banyak disorot. Kondisi itu dipicu akibat maraknya kasus kekerasan anak yang terjadi di tempat tersebut.

Wali Kota Bogor Dedie Rachim tidak mengingikan kasus di Yogyakarya terjadi di wilayahnya. Ia mendorong agar pengelola daycare memasang CCTV terintegarasi.

“Saya mendorong agar tempat penitipan anak memasang CCTV yang dapat diakses orang tua secara real time,” tegas Dedie, Rabu 29 April 2026 sore.

Baca Juga: Ratusan Buruh Kota Depok Bergerak ke Jakarta Saat May Day, 480 Personel Gabungan Dikerahkan Amankan Jalur

Langkah tersebut dinilai penting. Pemasangan CCTV terintegrasi bertujuan untuk meminimalisir tindakan yang tidak pantas terhadap anak yang dititipkan.

“Iya supaya mengurangi resiko perlakuan tidak pantas kepada anak-anak yang dititipkan di daycare-daycare tersebut,” terang Dedie.

Tidak hanya itu, orang tua juga diminta selektif dalam memilih daycare. Mereka mesti jadi garda terdepan untuk mengetahui tumbuh kembang anak dimasa penitipan.

Baca Juga: Kabel Menjuntai di Jalan Sudirman Kota Bogor Makan Korban, Dua Pemotor Jatuh Imbas Terjerat

“Orang tua harus bisa menjadi pihak yang paling dini mengetahui bila ada hal yang patut dicurigai dari tumbuh kembang anak dimasa penitipan,” terang Dedie.

Pengawasan terhadap aktivitas anak dipandang Dedie berada di akar rumput. Masyarakat diminta aktif untuk melaporkan jika terdapat hal-hal yang janggal.

“Karena pengawasan paling efektif adalah pengaduan dari masyarakat langsung. Yang terpenting orang tua juga mesti selektif memilih daycare,” ujarnya.

Baca Juga: Kabupaten Bogor Raih Juara Pertama Kartini Challenge 2026, Angkat Semangat Perempuan Masa Kini

Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Bogor ada beberapa daycare di wilayah ini yang sudah mashur dan banyak pelanggannya. (bay)

Editor : Yosep Awaludin
daycare pemkot bogor kekerasan anak