RADAR BOGOR – Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia atau HIPMI Kota Bogor bersilaturahmi dengan Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, di Rumah Dinas, Jumat 1 Mei 2026.
Pertemuan tersebut untuk menyelaraskan program kerja HIPMI Kota Bogor dengan kebijakan Pemkot Bogor guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Ketua Umum BPC HIPMI Kota Bogor, Muhammad Al-Farissy, menyampaikan pertemuan itu menghasilkan sejumlah kesepahaman dan arahan strategis.
Baca Juga: Hidden Cafe di Bogor, Hadiqa Secret Garden Tawarkan Suasana Tenang dan Intimate
Salah satu fokus utama yang dibahas yakni pengembangan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
"Alhamdulillah, hari ini kami bersilaturahmi dengan Wali Kota Bogor. Tujuan utamanya menyinergikan program HIPMI agar selaras dengan Pemkot Bogor, khususnya dalam pelatihan, pembinaan, dan pendampingan UMKM," ujar Al-Farissy kepada awak media.
Selain penguatan sumber daya manusia, HIPMI juga didorong terlibat dalam pemulihan ekonomi di tingkat akar rumput.
Baca Juga: Serasa Masuk Dunia Fantasi! Light Wonderland di Taman Rekreasi Wiladatika Bikin Mata Tak Berkedip
Salah satu langkah konkret yakni menghidupkan kembali aktivitas perdagangan di Pasar Jambu Dua.
"Kami sudah diberikan akses ke Pasar Jambu Dua untuk mengupayakan agar kembali ramai, baik oleh masyarakat maupun pedagang. Setelah ini, kami akan meninjau langsung ke lokasi," katanya.
Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota Bogor juga mendorong HIPMI untuk aktif berkontribusi dalam agenda strategis kota.
Baca Juga: Etive Studio Jadi Spot Favorit Anak Muda, Nuansa Ala Korea dengan Photobox dan Karaoke Room
Termasuk di antaranya keterlibatan dalam memeriahkan perayaan Hari Jadi Bogor (HJB) serta penguatan kolaborasi lintas sektor.
HIPMI juga menyiapkan program inovatif bertajuk HIPMI Award sebagai bentuk apresiasi bagi pelaku usaha dan instansi yang berkontribusi terhadap kemajuan daerah.
Program ini diharapkan mampu memotivasi pelaku usaha lokal untuk terus berkembang.
Di sektor pariwisata, HIPMI menggagas atraksi budaya kolaboratif bersama Dinas Pariwisata.
Konsep yang diusung berupa pertunjukan seni berskala besar untuk meningkatkan daya tarik wisata dan mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Selain pembinaan, kami juga akan menggelar bazaar atau expo UMKM Kota Bogor. Ke depan, kami ingin menghadirkan atraksi budaya khas yang bisa menarik wisatawan seperti yang ada di Bali," ungkapnya.
Di tengah berbagai rencana tersebut, HIPMI Kota Bogor mengakui tantangan yang dihadapi pelaku usaha masih cukup besar.
Baca Juga: Up at Thamrin Nine, Destinasi Foto Instagramable dengan Nuansa Ala New York dari Atas Kota
Ketidakpastian ekonomi serta fluktuasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dinilai berdampak langsung terhadap biaya operasional.
"Tantangan terbesar saat ini adalah ketidakpastian ekonomi. Isu BBM juga sangat berpengaruh, namun kami harus tetap mencari solusi dan peluang baru," pungkasnya. (uma)
Editor : Yosep Awaludin