RADAR BOGOR — Titik longsor di Jalan Cilebut kembali bertambah pada Jumat, 1 Mei 2026, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, sebelum hujan turun di lokasi.
Longsor yang menyebabkan sebagian badan jalan ambles ini berada di perbatasan kota dan Kabupaten Bogor. Dampaknya, arus lalu lintas di ruas tersebut terganggu dan memicu kemacetan cukup panjang.
Kondisi jalan yang amblas juga meningkatkan risiko bagi pengendara yang melintas. Terlebih, lokasi tersebut dikenal sebagai jalur padat dengan tingkat kerawanan longsor yang cukup tinggi.
Mandor Lapangan PUPR Kota Bogor, Tepi Susanto, mengatakan dirinya baru mendapat instruksi dari pimpinan pada sore hari untuk melakukan penanganan di lokasi. Setelah dilakukan pengecekan, ditemukan bahwa badan jalan memang mengalami ambles cukup dalam.
“Setelah kita cross-check, memang jalannya amblas, lalu kita lakukan penanganan sementara dengan menutup menggunakan batu, kemudian ditutup lagi pakai pelat besi sesuai instruksi pimpinan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kedalaman amblesan diperkirakan mencapai sekitar dua meter. Kondisi tersebut membuat hampir setengah badan jalan tidak dapat dilalui secara normal.
Baca Juga: El Nino Mengancam, Kementan Datangkan Air ke Sawah Sukoharjo
“Ini memang sudah memakan setengah badan jalan, makanya kita lakukan penanganan langsung supaya bisa segera dilalui,” jelasnya.
Menurutnya, lokasi longsor berada di wilayah perbatasan antara Kota Bogor dan Kabupaten Bogor. Penanganan pun dilakukan secara bersama antara PUPR Kota Bogor dan PUPR Kabupaten Bogor.
Tepi menambahkan, hujan sempat menjadi kendala dalam proses penanganan di lapangan. Meski demikian, pihaknya memastikan pekerjaan tetap berjalan meski sedikit tersendat.
“Kalau kesulitan tidak ada, hanya efek hujan saja yang membuat penanganan agak tersendat,” katanya.
Ia pun mengimbau masyarakat yang melintas di Jalan Cilebut untuk lebih berhati-hati. Pengendara diminta meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi jalan yang rawan longsor.
“Untuk masyarakat di jalur Jalan Raya Cilebut harap hati-hati, karena memang rawan longsor,” pesan Tepi.(uma)
Editor : Eka Rahmawati