RADAR BOGOR - Mahasiswa Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor melakukan aksi demo di depan Istana Bogor, Jumat, 1 Mei 2026 dan menuntut kesejahteraan buruh.
Para mahasiswa sempat maksa masuk ke halaman Istana Bogor tetapi aksi ini dihadang oleh aparat kepolisian dan sempat bersitegang.
Meski cuaca hujan, tidak membuat mereka balik badan, secara bergantian mereka terus berorasi, menyuarakan aspirasi menggunakan toa sebagai pengeras suara.
Dalam orasinya, Presiden Mahasiswa UIKA Bogor, Muhammad Alfadry Ridwan berpandangan masih banyak buruh yang hingga saat ini hidup dalam tekanan, belum lagi badai Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK.
“Buruh terus diperas, sementara kebijakan yang ada justru membuka ruang eksploitasi melalui sistem kontrak dan outsourcing,” ujar Fadly dalam keterangannya.
Oleh karenanya Fadly mendesak agar pemerintah membuat kebijakan untuk menjamin upah yang layak bagi buruh, termasuk praktik kerja yang merugikan.
“Mendesak pemerintah untuk menjamin upah layak dan menghentikan praktik
ketenagakerjaan yang merugikan buruh,” kata Fadly kepada Radar Bogor.
Baca Juga: Hardiknas 2026, Dekan FKIP UIKA Bogor: Saat AI Mengajar Lebih Cepat, Siapa yang Membentuk Karakter?
Tidak hanya itu, para mahasiswa juga turut membawa isu pendidikan dalam aksinya, salah satu hal yang disorot adalah kesejahteraan bagi para guru honorer.
“Maka kami juga mendesak, pemerintah untuk segera menjamin kejahteraan guru dan memperbaiki fasilitas pendidikan yang kini juga banyak yang rusak,” tegas Fadly.
Ia menilai pemerinyah terlalu over dalam menyokong dana untuk Makan Bergizi Gratis (MBG).(bay)
Editor : Eka Rahmawati