RADAR BOGOR – Wali Kota Bogor, Dedie Rachim menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bogor dalam menjadikan sektor pendidikan sebagai prioritas utama dalam penganggaran.
Hal itu disampaikan Dedie Rachim saat peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang digelar di Lapangan Sempur, Sabtu 2 Mei 2026.
Menurut Dedie Rachim alokasi anggaran pendidikan di Kota Bogor bahkan telah melampaui ketentuan mandatory spending sebesar 20 persen.
Kebijakan tersebut diambil sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam memastikan layanan pendidikan berjalan optimal.
“Pendidikan adalah layanan dasar prioritas. Alokasi anggaran kita bahkan berada di atas aturan wajib 20 persen,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tujuan utama pendidikan tidak hanya sebatas capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter generasi muda.
Baca Juga: Hardiknas 2026, Anggota DPRD Siswanto : Jadi Momentum Transformasi Pendidikan di Kota Depok
Pendidikan, kata dia, harus mampu melahirkan manusia berakhlak mulia serta berkontribusi dalam membangun bangsa yang adil dan sejahtera.
Selain penguatan anggaran, Pemkot Bogor juga memperluas akses pendidikan tinggi melalui kerja sama dengan Universitas Ibnu Khaldun (UIKA).
Dalam kolaborasi tersebut, disiapkan lebih dari 200 kuota beasiswa bagi warga Kota Bogor yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi.
“Tidak ada lagi alasan anak-anak berprestasi tidak bisa kuliah karena kendala biaya. Kesempatan sudah kita buka lebar,” tegas Dedie Rachim
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Herry Karnadi menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi peserta didik.
Ia menyebut, sekolah harus menjadi ruang yang memuliakan guru dan murid sekaligus mencerminkan nilai-nilai peradaban.
“Sekolah harus menjadi rumah yang aman bagi anak-anak. Jangan sampai ada perlakuan tidak baik, karena itu bertolak belakang dengan esensi pendidikan,” katanya.
Herry mengungkapkan, secara jumlah Kota Bogor tidak mengalami kekurangan sekolah.
Saat ini terdapat 165 SD Negeri dan 23 SMP Negeri, yang jika digabung dengan sekolah swasta dan madrasah mencapai sekitar 450 hingga 500 satuan pendidikan.
Namun demikian, tantangan masih terdapat pada pemerataan akses di sejumlah wilayah serta kualitas sekolah swasta.
Baca Juga: Galeri Sophilia Jadi Magnet Pecinta Seni, Spot Estetik yang Wajib Dikunjungi Warga Bogor
Untuk menjawab hal tersebut, Dinas Pendidikan menyiapkan berbagai program dukungan, mulai dari beasiswa, dana hibah hingga Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Daerah.
Ia menyebut, khusus untuk SMP swasta, BOS Daerah dialokasikan sekitar Rp1 miliar.
Sementara tambahan dukungan bagi SD dan SMP swasta dapat mencapai Rp2 hingga Rp3 miliar guna mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Kota Bogor. (uma)
Editor : Yosep Awaludin