RADAR BOGOR – Sebanyak 787 calon jemaah haji Kota Bogor dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada musim haji 2026.
Pemberangkatan jemaah haji Kota Bogor dilakukan dalam dua kelompok terbang (kloter), yakni kloter 10 dan kloter 27.
Untuk hari ini, Sabtu 2 Mei 2026, jemaah haji Kota Bogor yang dilepas dari Masjid Raya merupakan kloter 10 sebanyak 444 orang
Baca Juga: Informasi Bansos 2 Mei 2026, Pantauan Saldo KKS di 3 Bank Utama dan Status Kelayakan Desil 3-4.
Rombongan tersebut selanjutnya menuju asrama haji di Bekasi sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci pada keesokan harinya.
Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, mengatakan pemberangkatan tahun ini patut disyukuri di tengah panjangnya antrean haji di Kota Bogor.
Ia menyebut, saat ini jumlah daftar tunggu calon jemaah haji mencapai puluhan ribu orang.
“Namun yang masih menjadi catatan, saat ini ada 24.479 daftar tunggu calon jemaah haji asal Kota Bogor, di mana 1.929 di antaranya adalah lansia. Masa tunggunya saat ini mencapai 29 tahun,” ujar Dedie.
Menurutnya, lamanya masa tunggu tersebut menjadi perhatian serius, terutama bagi jemaah lansia yang harus menanti dalam waktu panjang. Ia berharap ke depan ada kebijakan untuk mempercepat antrean haji.
“Harapan saya, semoga ke depannya ada kebijakan dari Pemerintah Arab Saudi maupun Pemerintah Indonesia untuk mempercepat proses antrean atau menambah kuota, sehingga masa tunggu puluhan ribu jemaah ini bisa dipersingkat,” jelasnya.
Baca Juga: Hardiknas 2026 Jadi Momentum Refleksi, Herli Antoni Tekankan Pentingnya Pendidikan Berkarakter
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bogor, Indra Kurniawan, menjelaskan jemaah kloter 10 yang diberangkatkan lebih dulu berjumlah 444 orang.
Mereka akan masuk asrama haji dan dijadwalkan terbang ke Tanah Suci pada keesokan harinya.
“Yang berangkat pertama itu jumlahnya 444 jemaah. Mereka ini berasal dari kloter 10,” ujarnya.
Ia menambahkan, Kota Bogor memiliki dua kloter pemberangkatan pada musim haji tahun ini.
Pemberangkatan berikutnya akan dilakukan pada 19 Mei 2026 dengan jumlah jemaah sebanyak 328 orang.
“Kemudian pemberangkatan kedua tanggal 19 Mei sebanyak 328 jemaah,” pungkasnya.
Ia juga menjelaskan, untuk kloter 10 JKS seharusnya berjumlah 445 jemaah ditambah 6 petugas.
Namun, satu jemaah dilaporkan wafat sehingga terdapat satu kursi kosong yang kemungkinan akan diisi oleh jemaah dari daerah lain.
“Untuk kloter 10 JKS ini seharusnya berjumlah 445 jemaah ditambah 6 petugas. Namun, ada satu jemaah yang wafat sehingga gagal berangkat. Jadi ada satu kursi kosong yang kemungkinan nanti akan diisi oleh jemaah dari kabupaten atau daerah lain,” ujarnya.
Rombongan jemaah didampingi oleh enam petugas kloter serta dua pendamping dari Pemerintah Kota Bogor.
Setelah pelepasan, jemaah langsung diberangkatkan menuju asrama haji di Bekasi untuk beristirahat sebelum penerbangan ke Tanah Suci.
“Setelah resmi dilepas, insyaallah jam 11 siang ini rombongan langsung berangkat menuju asrama haji di Bekasi. Jemaah akan beristirahat di Bekasi kurang lebih selama 24 jam. Besok paginya, sekitar pukul 9, mereka akan diberangkatkan menuju Bandara Soekarno-Hatta,” jelas Indra.
Ia juga mengungkapkan, usia jemaah haji tahun ini cukup beragam. Jemaah termuda berusia 22 tahun, sementara yang tertua mencapai 84 tahun, dengan jumlah lansia yang cukup signifikan.
“Jika dihitung berdasarkan porsi kuota lansia ada 16 orang, tetapi jika menggunakan indikator kesehatan dari Dinas Kesehatan, jemaah yang masuk kategori lansia mencapai 68 orang,” katanya.
Terkait kondisi kesehatan, seluruh jemaah haji Kota Bogor dipastikan dalam keadaan baik.
Meski sebelumnya sempat ditemukan jemaah dengan kadar hemoglobin rendah, kondisi tersebut kini telah kembali normal.
“Alhamdulillah, kondisi kesehatan seluruh jemaah saat ini baik semua. Kemarin memang sempat ada yang kadar Hemoglobin (HB)-nya turun, tetapi hari ini sudah kembali normal. Pesan saya, jemaah tolong jaga kesehatan karena ini adalah syarat mutlak,” tegasnya.
Baca Juga: Hardiknas 2026, Anggota DPRD Siswanto : Jadi Momentum Transformasi Pendidikan di Kota Depok
Selain itu, ia mengingatkan jemaah untuk mewaspadai kondisi cuaca ekstrem di Tanah Suci.
Suhu udara diperkirakan bisa mencapai 45 hingga 48 derajat Celcius selama pelaksanaan ibadah haji tahun ini.
“Sejak awal kami sudah mengimbau para jemaah untuk membawa spray air, pelembap kulit, dan perlengkapan pelindung lainnya,” pungkasnya. (uma)
Editor : Yosep Awaludin