RADAR BOGOR – Pemkot Bogor resmi meluncurkan Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT) di Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Tanah Baru, Jalan Pangeran Asogiri, Selasa 5 Mei 2026.
Program layanan sedot tinja ini menjadi bagian dari upaya peningkatan layanan sanitasi sekaligus mengejar target nasional 100-0-100.
Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan, Rino Indira Gusniawan, menyampaikan peluncuran layanan sedot tinja ini merupakan langkah awal dalam memenuhi standar kota sehat.
Baca Juga: Jumlah Pengangguran di Indonesia Diklaim Turun, BPS Beberkan Jumlah dan Fakta Lainnya
Ia menekankan pentingnya pengelolaan air limbah yang terintegrasi dengan layanan air bersih.
“Secara target SDGs, kita harus mencapai 100-0-100, artinya 100% layanan air bersih, 0% kawasan kumuh, dan 100% sanitasi air aman, termasuk pengangkutan air limbahnya,” ujarnya.
Rino mengungkapkan, saat ini cakupan layanan sanitasi di Kota Bogor masih berada di angka sekitar 6 persen dari total kebutuhan.
Baca Juga: Paramount Siapkan Teror Baru, Film Horor Longlegs Rilis Resmi 2028, Momen Kembalinya Nicolas Cage
Ia menyebut, masih diperlukan pengembangan infrastruktur dan sistem layanan agar target bisa tercapai secara bertahap.
“Hari ini ikhtiar baru dimulai. Instalasi air yang kita miliki ini baru memenuhi sekitar 6% dari keseluruhan target kita. Untuk mencapai 100%, masih banyak pengembangan ke depannya,” ucapnya.
Dalam operasionalnya, Perumda Tirta Pakuan menggandeng Perumda Transpakuan untuk penyediaan armada pengangkutan lumpur tinja.
Baca Juga: Info Bansos Pekan Pertama Mei 2026: Periode April-Juni Resmi Muncul di Laman Cek Bansos
Skema kerja sama dilakukan melalui kontrak berbasis kinerja dengan pembayaran dilakukan berdasarkan jumlah layanan yang dikerjakan.
Ia menambahkan, pada tahap awal pelaksanaan, layanan ini masih diberikan secara gratis kepada masyarakat.
Kebijakan tersebut dilakukan untuk membangun kesadaran dan kebiasaan warga dalam mengelola limbah domestik secara berkala.
“Untuk masyarakat, layanannya masih gratis sampai kultur sudah terbangun atau ada arahan lebih lanjut,” katanya.
Baca Juga: Hidden Gem di Tegal Gundil Bogor, Rene Hause Hadirkan Konsep Slow Bar Nyaman untuk Nongkrong Santai
Sementara itu, Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, menegaskan pengelolaan air limbah menjadi bagian penting yang tidak bisa dipisahkan dari layanan air bersih.
Hal tersebut juga merupakan amanat dari regulasi terbaru yang harus dijalankan pemerintah daerah.
“Ada target setiap pemerintah daerah harus bisa mengelola bukan hanya air bersih saja dalam bentuk layanan PDAM, tetapi air limbah pun harus dikelola, yang turunannya antara lain adalah tinja,” ujarnya.
Baca Juga: KA Argo Bromo Anggrek Ganti Nama Jadi KA Anggrek, Berlaku Mulai 9 Mei 2026
Dedie menyebut, capaian layanan yang masih rendah menjadi tantangan tersendiri bagi Pemkot Bogor.
Karena itu, diperlukan sinergi lintas perangkat daerah dan BUMD agar percepatan layanan bisa dilakukan secara optimal.
“Kalau kita tidak siapkan tata kelolanya dan tidak memanfaatkan jaringan kerja milik pemerintah daerah dalam hal ini PDAM, Perumda Transpakuan, dan Dinas PUPR, tentu optimalisasi capaiannya agak sulit terjangkau,” ucapnya.
Baca Juga: Bansos Tahap 2 Cair Serentak? Simak Daftar Wilayah yang Sudah Masuk Saldo PKH dan BPNT Per Hari Ini
Ia menambahkan, ke depan Pemkot Bogor juga akan menyiapkan pembangunan IPAL tambahan guna menampung kebutuhan pengelolaan limbah seluruh warga.
Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan capaian layanan sanitasi secara signifikan dalam beberapa tahun mendatang. (uma)
Editor : Yosep Awaludin