RADAR BOGOR – Jabatan Direktur Administrasi dan Keuangan Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor hingga kini masih belum terisi.
Pemkot Bogor memastikan pengisian posisi Direksi Perumda Tirta Pakuan itu masih menunggu proses konsultasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, mengatakan pihaknya telah mengajukan permohonan konsultasi sebagai bagian dari tahapan pengangkatan direksi BUMD.
Baca Juga: Pencairan PKH Tahap 2 Dimulai, Bank BSI Awali Penyaluran, Nominal Tembus Rp1,3 Juta di Wilayah Ini
Hal ini menjadi prosedur yang harus dilalui sebelum dilakukan penetapan direksi Perumda Tirta Pakuan.
“Dalam proses pengangkatan direksi BUMD, kita kan harus mendapatkan rekomendasi dari Kemendagri, dalam hal ini Dirjen Bina Keuangan Daerah,” ujarnya saat ditemui di sela kegiatan di IPLT Tanah Baru, Selasa 5 Mei 2026.
Dedie menjelaskan, surat pengajuan telah disampaikan dan ditujukan kepada Gubernur Jawa Barat. Bahkan, menurutnya, gubernur juga turut menanyakan perkembangan proses tersebut.
Baca Juga: Hari Ini, Tiket Whoosh Diskon Besar! KCIC Tawarkan Potongan hingga 50 Persen, Catat Masa Berlakunya
“Gubernur juga menanyakan hal tersebut, sehingga jawaban normatifnya adalah kami harus berkonsultasi terlebih dahulu,” ucapnya.
Ia menambahkan, Pemkot Bogor sebelumnya telah mengajukan satu nama untuk mengisi posisi tersebut.
Namun, usulan itu tidak mendapatkan persetujuan dari Kemendagri sehingga harus dilakukan tahapan ulang.
“Kami sudah meminta jadwal, dan insya Allah dalam waktu yang tidak terlalu lama kita akan lakukan konsultasi dengan Kementerian Dalam Negeri,” katanya.
Sebelumnya, posisi Direktur Administrasi dan Keuangan sempat diusulkan diisi oleh Teguh Setiadi.
Namun, nama tersebut tidak mendapat persetujuan, sehingga hanya tiga direksi yang dilantik, yakni Direktur Utama Rino Indira Gusniawan, Direktur Operasional Dani Rakhmawan, dan Direktur Pelayanan dan Bisnis Muzakkir.
Dewan Pengawas Perumda Tirta Pakuan, Hanafi, mengatakan pihaknya tengah menyiapkan proses seleksi ulang untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut.
Langkah itu dilakukan agar posisi strategis tersebut dapat segera terisi sesuai kebutuhan organisasi.
“Untuk sementara masih kita siapkan seleksi. Nanti kita akan seleksi kembali,” ujarnya.
Selama jabatan tersebut belum terisi, tugas dan fungsi Direktur Administrasi dan Keuangan untuk sementara diambil alih oleh Direktur Utama. Kondisi ini dipastikan tidak mengganggu operasional perusahaan.
Baca Juga: Jumlah Pengangguran di Indonesia Diklaim Turun, BPS Beberkan Jumlah dan Fakta Lainnya
“Sementara ditangani langsung oleh dirut untuk direktur keuangan yang kosong,” kata Hanafi.
Ia menambahkan, jadwal pelaksanaan seleksi ulang akan diumumkan setelah seluruh tahapan administrasi dan koordinasi selesai dilakukan. (uma)
Editor : Yosep Awaludin