Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bogor Utara Kerap Dilanda Banjir saat Hujan Deras, Pemkot Segera Normalisasi Kali Cibagolo dan Kali Cibala

Muhamad Rifki Fauzan • Selasa, 5 Mei 2026 | 17:29 WIB
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim saat meninjau lokasi rencana perbaikan jalur kabel PLN yang melintasi sungai di Jalan Tumenggung Wiradiredja, Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara. (Sofiansyah/Radar Bogor)
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim saat meninjau lokasi rencana perbaikan jalur kabel PLN yang melintasi sungai di Jalan Tumenggung Wiradiredja, Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara. (Sofiansyah/Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Wilayah Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor kerap dikepung banjir, dua kali atau sungai kecil yang mengalir ke wilayah tersebut sesekali meluap saat hujan deras melanda.

Wali Kota Bogor Dedie A Rachim turut meninjau wilayah Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Selasa, 5 Mei 2026, lokasi ini memang sempat diterjang banjir lintasan.

Dedie menjelaskan banjir yang terjadi di wilayah tersebut diakibatkan imbas penyempitan Kali Cibala, bangunan di sampingnya menghambat aliran air.

“Di Bogor Utara ada dua, Kali Cibagolo dan Cibala, ini kita jadikan sebagai prioritas penataan. Banyak bangunan yang semakin mempersempit saluran air,” jelas Dedie.

Baca Juga: Kabel PLN Disebut Jadi Pemicu Banjir di Cimahpar, Wali Kota Bogor: Bukan Penyebab Utama

Tahapan penataan akan dimulai dengan pendataan. Dedie memerintahkan kepada pemerintah setempat untuk segera mengecek berapa banyak bangunannya. 

Dedie menjelaskan pihaknya sempat berkomunikasi dengan pemilik bangunan yang berada di samping Kali Cibala, sebagian disebutnya sudah siap ikut aturan

“Tadi saya sudah tinjau beberapa pemilik bangunan sudah mau, tapi dia tidak mandiri, ada juga yang mempersempit nanti dicek ada sertifikatnya atau tidak,” ujarnya.

Baca Juga: Kasus Pencurian Motor Ninja di Jonggol Bogor Terungkap, 3 Pelaku Termasuk Penadah Ditangkap Polisi

Penataan atau normalisasi aliran air jadi kebutuhan mendesak, hal ini, mengingat Kota Bogor kerap dilanda intensitas hujan yang cukup tinggi.

Rata-rata hujan yang menerjang Kota Bogor berada diangka 120 milimeter, kondisi ini diakui Dedie susah jauh berbeda dengan intesitas hujan di tahun-tahun sebelumnya.

“Hujannya sekarang berbeda, intensitasnya sangat tinggi dan ini kita pemerintah daerah harus mencarikan solusi manakala terjadi banjir lintasan dan permasalahan genangan air,” ujar wali kota Bogor.

Dedie sangat menyangkan masih banyak warga yang buang sampah sembarangan ke aliran sungai, sampah yang dibuang pun terbilang cukup aneh.

“Ada kasur palembang, sofa, karpet kalau manusia yang berfikir masa karpet sofa dibuang ke saluran air, gimana tidak tersumbat, tolonglah ada kesadaran dari kita semua,” tegas Dedie.

Sementara itu Camat Bogor Utara Ricky Robiansyah, mengungkapkan pihaknya sudah melakukan pendataan terkait bangunan yang berada di pinggir kali.

“Kalau di wilayah Tegal Gundil sudah kami data dengan 16 bangunan, dari 16 bangunan itu secara yang tersertifikat ada 8, sisanya akta jual beli,” ungkap Ricky.

Baca Juga: Leuwi Asoka Pamijahan Bogor, Hidden Gem Air Jernih Serasa Kolam Pribadi dengan HTM Rp10 Ribu

Ricky akan turut melayangkan surat kepada pemilik bangunan untuk segera membongkar secara mandiri, kalau memang tidak ada tindakan lain yang ditempuh.

“Kalau memang tidak ada bongkaran dari mereka kami akan koordinasi lebih lanjut dengan PUPR dan Pol PP Kota Bogor,” terang Ricky kepada Radar Bogor.

Langkah serupa juga akan turut dilakukan ke pemilik bangunan yang ada di wilayah Tanah Baru, sedikitnya ada 5 bangunan yang berdiri di sempadan sungai. 

“Mudah mudahan itu bisa mengakselereasi terkait dengan penyempitan-penyempitan yang tadi disampaikan Pak Wali Kota sehingga aliran di Cibala ini bisa kembali normal,” pungkasnya.(bay)

Editor : Eka Rahmawati
#Normalisasi #banjir #Bogor Utara