RADAR BOGOR - Kesadaran warga Kota Bogor soal kebersihan lingkungan masih jadi pekerjaan rumah. Petugas kerap kali menemukan sampah di saluran air.
Wali Kota Bogor Dedie Rachim menjelaskan sampah yang kerap kali ditemukan di saluran air pun terbilang cukup aneh.
Mulai dari kasur palembang, karpet hingga sofa. Temuan ini disebut Dedie Rachim jadi pemicu saluran air tersumbat yang berdampak pada banjir lintasan.
Baca Juga: Laba Tetap Tumbuh Saat Volume Turun, Begini Strategi Indocement di Balik Tekanan Pasar 2026
Hal ini seperti yang terjadi di Jalan Dadali, Kecamatan Tanah Sareal beberapa waktu lalu. Saluran air meluap hingga membuat lumpuh ruas jalan tersebut.
“Kalau manusia yang berfikir masa karpet sofa dibuang ke saluean air. Gimana tidak tersumbat, tolonglah ada kesadaran dari kita semua,” jelas Dedie Rachim.
Dedie mengajak kepada seluruh warganya untuk mulai berbenah. Mengubah prilaku jadi hal yang paling penting dalam kondisi seperti saat ini.
Baca Juga: SPMB 2026 di Kabupaten Bogor Harus Bersih dari Nepotisme, Bupati Ajak Masyarakat Awasi Bersama
Hujan yang melanda Kota Bogor belakangan ini sudah berbeda dari tahun sebelumnya. Intensitasnya rata-rata mencapai 110 hingga 120 milimeter.
“Saat ini bukan hanya global warming tapi ini sudah climate disaster. Sebagai manusia berkahlak dan punya akal tentu harus intropeksi,” tegas Dedie pada awak media.
Penanganan soal kebencanaan, khususnya banjir tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah. Warga Kota Bogor diminta aktif terlibat di dalamnya.
Baca Juga: Bakso Aci KRL, Jajan Unik Sambil Melihat Kereta Melintas di Bogor
“Mari ubah prilaku kita dan menjadikan alam lebih lestari lagi. Kalau kita jaga alam maka insya allah alam akan menjaga kita semua,” pungkasnya. (bay)
Editor : Yosep Awaludin