RADAR BOGOR - Upaya memperkuat pengelolaan lingkungan berkelanjutan terus dilakukan di Kebun Raya Bogor. Puluhan petugas kebersihan dan karyawan mengikuti bimbingan teknis (bimtek) pengelolaan sampah terpadu yang digelar dalam dua tahap pada April 2026.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara pengelola Kebun Raya Bogor, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor. Fokusnya meningkatkan kapasitas petugas dalam menangani sampah, mulai dari pemilahan hingga pengolahan.
General Manager Corporate Communication PT Mitra Natura Raya, Zaenal Arifin, mengatakan peningkatan kapasitas petugas menjadi kunci dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang efektif.
“Petugas kebersihan adalah garda terdepan dalam menjaga kualitas lingkungan. Melalui bimtek ini, kami berharap standar pengelolaan sampah di kawasan publik dan konservasi semakin meningkat,” ujarnya.
Bimtek dilaksanakan dalam dua sesi, yakni pada 16 dan 23 April 2026. Pesertanya terdiri dari petugas kebersihan, pengelola area, serta tim operasional yang sehari-hari bertugas menjaga kebersihan kawasan.
Materi yang diberikan mencakup pemilahan sampah organik dan anorganik, pengelolaan limbah taman, hingga penerapan prinsip reduce, reuse, recycle (3R). Selain itu, peserta juga dibekali penguatan sistem kebersihan kawasan wisata berbasis konservasi.
Baca Juga: FESTIVAAAL Marapthon The Last Tale Umumkan Line-Up Fase Pertama, Hadirkan Sejumlah Musisi Tanah Air
Koordinator Kelompok Kerja Terapan Pusat Standardisasi Instrumen Lingkungan Hidup (PSILH), Yayuk Siswiyanti, menjelaskan pemerintah menargetkan pengelolaan sampah nasional mencapai 100 persen pada 2029, sebagaimana tertuang dalam Perpres Nomor 12 Tahun 2025.
Menurutnya, kawasan wisata seperti Kebun Raya Bogor menjadi salah satu titik penting dalam pengelolaan sampah karena tingginya aktivitas pengunjung.
“Sampah di kawasan wisata diharapkan bisa diselesaikan di lokasi. Hanya residu yang tidak bernilai ekonomi yang dikirim ke TPA, agar beban TPA berkurang,” jelasnya.
DLH Kota Bogor juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama di kawasan dengan tingkat kunjungan tinggi.
Pihak pengelola Kebun Raya Bogor menyambut positif kegiatan ini. Mereka menilai peningkatan kapasitas petugas akan berdampak langsung terhadap kualitas lingkungan sekaligus kenyamanan pengunjung.
“Kegiatan ini diharapkan berkelanjutan, tidak hanya meningkatkan kompetensi petugas, tetapi juga memperkuat sinergi antara pemerintah, pengelola, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan,” tutup Zaenal.(ded)
Editor : Eka Rahmawati