Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Jangan Tunggu Sumur Kering! Dedie Rachim Minta Lurah Petakan Warga Kota Bogor yang Belum Tersambung Layanan Air Bersih

Fikri Rahmat Utama • Kamis, 7 Mei 2026 | 09:59 WIB
Wali Kota Bogor Dedie Rachim. Ia meminta lurah petakan warga yang belum memilik sambungan air bersih. (Fikri/Radar Bogor)
Wali Kota Bogor Dedie Rachim. Ia meminta lurah petakan warga yang belum memilik sambungan air bersih. (Fikri/Radar Bogor)

RADAR BOGOR — Wali Kota Bogor Dedie Rachim meminta seluruh camat dan lurah memetakan warga yang hingga kini belum tersambung layanan air bersih dari Perumda Tirta Pakuan.

Dedie Rachim mengingatkan masyarakat tidak terus bergantung pada air sumur, terutama di tengah ancaman anomali cuaca dan risiko kesehatan.

Menurut Dedie Rachim, langkah mitigasi ketersediaan air bersih harus dilakukan sejak dini tanpa menunggu sumur warga mengering.

Baca Juga: Inovasi Kuliner Ala WBP Lapas Cibinong Bogor, Hasilkan Bebek Peking Ungkep El'Cibi

Ia pun menyoroti kebiasaan sebagian masyarakat yang cenderung enggan beralih ke layanan air perpipaan selama sumur masih tersedia.

“Kenapa? Karena orang itu bakal punya kesadaran kalau sumurnya kering. Tetapi kalau belum kering, pasti mereka tidak mau disuruh pasang sambungan PDAM,” ujar Dedie Rachim di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bogor.

Lebih lanjut, Dedie menjelaskan urgensi penggunaan air perpipaan bukan hanya soal ancaman kekeringan akibat perubahan iklim.

Baca Juga: Kini Korean Bistro Sentul, Spot Baru Makan Korean Food Porsi Melimpah di Bogor

Ia menekankan pentingnya standar kelayakan air yang dikonsumsi masyarakat setiap hari.

Ia juga menyoroti potensi bahaya dari penggunaan air sumur yang tidak melalui uji laboratorium.

Kondisi tersebut dinilai berisiko karena kemungkinan adanya kontaminasi bakteri berbahaya yang dapat memicu gangguan kesehatan.

Baca Juga: Laporan Terkini 7 Mei 2026, Pencairan Bansos PKH di Wilayah Aceh Singkil via Bank BSI hingga Nasib Bank Penyalur Lainnya

“Lambat laun tentu kita ingin kualitas air yang dikonsumsi masyarakat sesuai dengan standar. Sehingga efek dari pemanfaatan air sumur yang tidak diuji di lab, yang mungkin ada bakteri E. coli-nya dan mengakibatkan sakit, tidak membebani anggaran kesehatan kita juga,” paparnya.

Karena itu, Dedie menginstruksikan jajaran di tingkat wilayah, khususnya lurah, untuk mulai melakukan pendekatan, sosialisasi, dan pemetaan secara bertahap.

Edukasi mengenai kualitas air menjadi bagian dari upaya komunikasi, informasi, dan edukasi kebencanaan serta kesehatan lingkungan.

“Jadi ada langkah-langkah di mana urusan air ini juga diingatkan kepada warga. Jangan mentang-mentang punya sumur, lalu mengabaikan standar kesehatan. Hal-hal seperti ini harus kita mulai dari sekarang,” pungkasnya. (uma)

Editor : Yosep Awaludin
#Dedie Rachim #Layanan Air Bersih #Perumda Tirta Pakuan