Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Stok Beras Jawa Barat Tembus 780 Ribu Ton, Bulog Sebut Aman hingga Tahun Depan

Fikri Rahmat Utama • Kamis, 7 Mei 2026 | 12:33 WIB
Peninjauan stok beras dan stabilitas harga bahan pokok dilakukan KSP, Bapanas, Kemendag, Satgas Pangan, dan Bulog Jawa Barat di Toserba Yogya, Dramaga, Kamis 7 Mei 2026. (Foto: Fikri/Radar Bogor)
Peninjauan stok beras dan stabilitas harga bahan pokok dilakukan KSP, Bapanas, Kemendag, Satgas Pangan, dan Bulog Jawa Barat di Toserba Yogya, Dramaga, Kamis 7 Mei 2026. (Foto: Fikri/Radar Bogor)

RADAR BOGOR – Perum Bulog Wilayah Jawa Barat memastikan ketersediaan stok beras di wilayah Jawa Barat dalam kondisi aman hingga tahun depan.

Saat ini, stok beras yang tersimpan di gudang Bulog disebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah berdirinya Bulog.

Informasi soal stok beras itu disampaikan Pimpinan Wilayah Bulog Jawa Barat, Nurman Susilo, usai mengikuti kunjungan kerja bersama Kantor Staf Presiden (KSP), Kementerian Perdagangan, Bapanas, dan Satgas Pangan di wilayah Dramaga, Kabupaten Bogor, Kamis 7 Mei 2026.

Baca Juga: Pembaruan Pencairan Bansos PKH Tahap 2 di Livin' by Mandiri: Intip Hasil Cek Saldo KKS Hari Ini, Benarkah Masih Kosong? Simak Penjelasannya di Sini

Kunjungan diawali dengan pengecekan harga sejumlah komoditas strategis di Pasar Dramaga.

Dari hasil pemantauan, sebagian besar harga bahan pokok masih relatif stabil meski terdapat sedikit kenaikan pada komoditas daging.

“Alhamdulillah, harga masih relatif stabil. Hanya ada sedikit kenaikan pada harga daging, namun kemungkinan akan segera kembali normal,” ujar Nurman Susilo.

Baca Juga: Zona PKL Nyi Raja Permas Belum Jelas, Pedagang Alun-Alun Kota Bogor Tagih Janji Pemkot

Rombongan kemudian meninjau Gudang Bulog untuk memastikan kesiapan stok pangan.

Dalam kesempatan itu, Bulog Jawa Barat memastikan persediaan beras masih sangat mencukupi dan diperkirakan terus bertambah karena penyerapan gabah petani masih berlangsung.

“Stok beras untuk wilayah Jawa Barat saat ini mencapai 780 ribu ton. Ini merupakan stok tertinggi sepanjang sejarah berdirinya Bulog. Insyaallah, stok kita ini sangat aman dan cukup hingga tahun depan,” katanya.

Baca Juga: Indomaret Cabang Bogor 2 Gelar Donor Darah, Berhasil Kumpulkan 72 Kantong untuk PMI

“Saat ini pun kami masih terus membeli dan menyerap gabah dari para petani, sehingga persediaan akan terus bertambah,” tambahnya.

Setelah dari gudang, rombongan melanjutkan peninjauan ke ritel modern Toserba Yogya.

Hasil pemantauan menunjukkan harga komoditas strategis relatif terkendali meskipun ada sedikit kenaikan harga beras.

Nurman menjelaskan, Bulog terus menggelontorkan beras program SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) guna menahan gejolak harga di pasaran. Distribusi dilakukan baik ke ritel modern maupun pasar tradisional.

Baca Juga: Popolo Mini Bogor, Tempat Nongkrong Hidden Gem dengan Outdoor Luas dan Playground Anak

“Harga beras SPHP dari gudang kami adalah Rp11 ribu per kilogram, dengan HET maksimal di pasar Rp12.500 per kilogram. Sebagai perbandingan, HET beras medium adalah Rp13.500 per kilogram,” jelasnya.

Ia menambahkan, sesuai arahan dari Bapanas dan KSP, Bulog diminta terus menjaga ketersediaan stok beras SPHP di pasaran sekaligus mendorong distribusi minyak goreng dari gudang ke pasar.

“Secara umum, untuk wilayah Bogor tidak ada kendala distribusi yang berarti. Hampir seluruh ritel modern sudah memasok beras SPHP maupun beras premium Bulog,” tuturnya.

Baca Juga: Update Bansos Hari Ini, Pemerintah Fokus Percepatan Bantuan Tahap 2, KPM Harus Gercep Siapkan Berkas Dokumen Pencairan

Untuk pasar tradisional, kata dia, sebagian besar toko juga telah menyalurkan beras SPHP.

Meski demikian, masih ada sejumlah pedagang yang belum menjadi mitra Bulog dan akan terus didorong agar ikut menjual beras SPHP. (uma)

Editor : Yosep Awaludin
#bulog #jawa barat #stok beras