RADAR BOGOR - Intensitas hujan di Kota Bogor disebut sudah jauh dari kategori normal. Rata rata curah hujan yang mengguyur wilayah ini mencapai 120 Milimeter.
Wali Kota Bogor Dedie Rachim mengatakan kondisi tersebut sudah masuk kategori ekstrem. Ini sudah berbeda dengan curah hujan tahun sebelumnya.
“Intensitas curah hujan di atas rata-rata normal, tercatat di atas 120 milimeter. Memang kondisinya sudah jauh berbeda dari tahun ke tahun,” tegas Dedie.
Baca Juga: BMPS Kabupaten Bogor Dukung Program Sekolah Maung, Tegaskan Bukan Ancaman Bagi Sekolah Swasta
Pemkot Bogor disebut Dedie mesti mencari solusi atas tingginya curah hujan ini. Kondisi ini dinilai penting untuk meminimalisir banjir yang kerap terjadi.
Dedie menjelaskan salah satu upayanya dengan malukan normalisasi aliran air. Salah satu yang menjadi prioritas adalah pelebaran Kali Cibala dan Cibagolo.
Dua kali tersebut berada di wilayah Kecamatan Bogor Utara. Alirannya kerap meluap hingga menutupi jalan saat hujan mengguyur wilayah tersebut.
“Di Bogor Utara ada dua, Kali Cibagolo dan Cibala. Ini kita jadikan sebagai prioritas penataan. Banyak bangunan yang semakin mempersempit saluran air,” jelas Dedie.
Warga Kota Bogor diminta untuk ikut terlibat aktif dalam penanganan banjir. Salah satunya dengan tidak membuang sampah ke aliran air.
“Kita sebagai manusia berkahlak dan berbudi luhur punya akal tentu harus intropeksi. Bahwa ternyata alam ini sudah berubah,” terang Dedie.
Baca Juga: Stok Beras Jawa Barat Tembus 780 Ribu Ton, Bulog Sebut Aman hingga Tahun Depan
Kolaborasi antara warga dan pemerintah dipandang Dedie jadi kunci kesuksesan. Menjaga alam merupakan tugas bersama bukan hanya satu pihak. (bay)
Editor : Yosep Awaludin