RADAR BOGOR – Museum Pajajaran Bogor tengah mempersiapkan konsep timeline dan storyline sejarah guna memberikan gambaran utuh kepada pengunjung mengenai perjalanan panjang kerajaan di Tatar Sunda, mulai dari era prasejarah hingga masa Pakuan Pajajaran.
Wali Kota Bogor Dedie Rachim mengatakan, bahwa penyusunan timeline menjadi salah satu aspek utama dalam pengembangan Museum Pajajaran tersebut. Menurutnya, masyarakat perlu memahami asal-usul sejarah budaya sunda, yaitu Pajajaran secara runtut dan menyeluruh.
“Hal yang paling penting adalah timeline. Karena berbicara tentang sejarah Pajajaran, masyarakat harus mengetahui bagaimana awal mula dan perjalanan sejarahnya,” ujar Dedie usai meninjau Museum Pajajaran Bogor, Kamis, 7 Mei 2026.
Ia menjelaskan, timeline sejarah itu telah disusun oleh tim dari Universitas Padjadjaran dan nantinya akan ditampilkan melalui panel-panel informasi di area museum.
Rangkaian sejarah yang disajikan akan dimulai dari masa prasejarah, dilanjutkan dengan era Tarumanegara, Kerajaan Galuh, Kerajaan Cirebon, hingga masa Bogor atau Pakuan Pajajaran dan Sumedang.
Selain timeline, museum juga akan dilengkapi storyline yang menjelaskan keterkaitan antarkerajaan maupun hubungan antarwilayah dalam sejarah Pajajaran.
“Tidak hanya timeline, tetapi juga ada storyline yang menjelaskan hubungan sejarah antarkerajaan. Ini menjadi bagian penting agar masyarakat lebih memahami alur sejarahnya,” jelas Dedie.
Museum Pajajaran juga akan menampilkan berbagai artefak peninggalan bersejarah. Salah satu koleksi utama yang akan dihadirkan ialah Prasasti Batu Tulis.
Menurut Dedie, Prasasti Batu Tulis memiliki nilai sejarah dan filosofi yang sangat penting karena mencatat momentum penobatan seorang raja atau prabu dengan nilai-nilai budaya Sunda yang kuat.
“Prasasti Batu Tulis memiliki keistimewaan tersendiri. Di dalamnya terdapat nilai filosofi kesundaan yang sangat penting,” katanya.
Nilai-nilai budaya Sunda seperti silih asah, silih asih, dan silih asuh juga akan diperkenalkan kepada masyarakat melalui konsep museum tersebut.
Dedie menambahkan, koleksi Museum Pajajaran masih sangat mungkin terus bertambah seiring waktu. Pasalnya, berbagai artefak dan benda bersejarah terkait Pajajaran masih tersebar di sejumlah wilayah.
Baca Juga: 475 Ribu Warga Masuk Daftar Penerima Bansos Baru PKH dan BPNT 2026, Cek Nama Anda Sekarang
“Koleksi museum sifatnya dinamis. Hari ini mungkin baru ada beberapa koleksi, ke depan bisa terus bertambah,” ujarnya.
Ia menyebut tambahan koleksi dapat berasal dari masyarakat maupun keluarga yang memiliki keterkaitan sejarah dengan Pajajaran. Seluruh benda koleksi nantinya akan melalui proses penelitian oleh kurator dan para ahli sebelum dipamerkan.
“Koleksi-koleksi itu nantinya akan semakin memperkaya pengetahuan kita tentang sejarah Kerajaan Pajajaran,” tutup Dedie.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga