Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bogor Timur Punya SPPG Baru, Layani Ribuan Penerima Manfaat MBG

Dede Supriadi • Kamis, 7 Mei 2026 | 17:04 WIB
PERESMIAN: Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Rio Wahyu Anggoro bersama Ketua Kadin Kota Bogor Maryati Dona Hasanah meninjau fasilitas SPPG Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, yang akan mulai beroperasi mendukung program Makan Bergizi Gratis. Foto: Dede/radar bogor
PERESMIAN: Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Rio Wahyu Anggoro bersama Ketua Kadin Kota Bogor Maryati Dona Hasanah meninjau fasilitas SPPG Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, yang akan mulai beroperasi mendukung program Makan Bergizi Gratis. Foto: Dede/radar bogor

RADAR BOGOR – Kota Bogor kembali menambah fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kali ini, SPPG Baranangsiang di Kecamatan Bogor Timur resmi diperkenalkan sebagai bentuk dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden RI.

SPPG Baranangsiang merupakan hasil kerja sama antara Polresta Bogor Kota dan Kadin Kota Bogor di bawah naungan Yayasan Kemala Bhayangkari. Peresmian sekaligus pengecekan kesiapan operasional fasilitas tersebut dilakukan pada Rabu, 7 Mei 2026.

Ketua Kadin Kota Bogor Maryati Dona Hasanah mengatakan, bahwa SPPG Baranangsiang menjadi fasilitas kedua yang dibangun bersama Polresta Bogor Kota setelah sebelumnya hadir di wilayah Cibalagung.

Baca Juga: Penyaluran Bansos Tahap 2 Makin di Depan Mata, Bank BNI Mulai Menyusul BSI, Sejumlah KPM Terima Saldo Ganda

“Hari ini kami meresmikan SPPG Baranangsiang sebagai hasil kolaborasi Polresta dan Kadin Kota Bogor. Mudah-mudahan pada 10 Mei mendatang sudah mulai beroperasi,” ujar Dona.

Ia menjelaskan, sebelum mulai beroperasi, fasilitas tersebut telah melengkapi berbagai persyaratan dan sertifikasi, mulai dari sertifikasi penjamah makanan, uji laboratorium air, hingga Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Selain itu, pengelola juga menerapkan pengawasan ketat terhadap kualitas makanan. Seluruh makanan yang akan didistribusikan kepada penerima manfaat wajib melalui rapid test pangan terlebih dahulu guna memastikan keamanan dan kualitasnya.

Baca Juga: Museum Pajajaran Bogor Siap Jadi Pusat Edukasi Sejarah dan Budaya Sunda, Hadirkan Jejak Prasejarah hingga Pakuan

“Setiap hari sebelum makanan didistribusikan, kami melakukan rapid food test untuk memastikan makanan aman dan layak dikonsumsi,” jelasnya.

Pada tahap awal operasional, SPPG Baranangsiang ditargetkan melayani sekitar 1.000 penerima manfaat. Program ini menyasar tidak hanya pelajar sekolah, tetapi juga ibu hamil dan peserta Posyandu.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Rio Wahyu Anggoro, menegaskan bahwa standar kualitas makanan menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program tersebut.

“Kami menekankan bahwa kualitas tidak bisa ditawar. Mulai dari bahan baku, proses memasak, hingga pengemasan harus benar-benar higienis,” tegas Rio.

Baca Juga: Cek Rekening Sekarang, Bansos PKH BPNT Tahap 2 Tahun 2026 Sudah Cair di Sejumlah KKS dan Status SI Terus Bertambah

Ia menambahkan, pihak kepolisian tidak hanya bertugas mengamankan distribusi, tetapi juga memastikan seluruh ekosistem program berjalan secara jujur dan transparan.

Program MBG dinilai tidak hanya memberikan dampak terhadap peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi warga sekitar.

“Saya mengapresiasi karena tenaga kerjanya juga melibatkan masyarakat sekitar, khususnya kelompok ekonomi terbawah. Jadi program ini turut membantu menggerakkan perekonomian keluarga,” katanya.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Bogor, Hanafi, menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan program MBG di daerah.

Baca Juga: Info Bansos Minggu Pertama Mei 2026: Progres PIP, YAPI dan Percepatan PKH-BPNT Tahap 2 di SIKS-NG

Menurutnya, pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri untuk memenuhi target layanan gizi masyarakat yang jumlah penerima manfaatnya mencapai ratusan ribu orang.

“Kalau hanya pemerintah yang bekerja tentu tidak mungkin. Karena itu diperlukan kolaborasi antara pemerintah, kepolisian, Kadin, dan seluruh stakeholder,” ujarnya.

Saat ini, Pemerintah Kota Bogor terus menambah jumlah fasilitas SPPG guna memperluas cakupan layanan MBG.

Selain memastikan kebutuhan gizi masyarakat terpenuhi, program tersebut juga diharapkan memberi dampak ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja dan keterlibatan pelaku UMKM lokal.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#bogor #SPPG #Mbg