RADAR BOGOR - Wacana mengadopsi konsep Jaklingko untuk penataan angkot di Kota Bogor rupanya tidak mudah. Pemerintah menemui sejumlah kendala, salah satunya biaya.
Wali Kota Bogor Dedie Rachim sempat berdiskusi soal Jaklingko dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Di mana, mereka sudah lebih dulu merealisasikannya.
Dedie mengaku tertarik untuk merealisasikan konsep Jaklingko di Kota Bogor. Namun skemanya butuh anggaran yang tidak sedikit.
Baca Juga: Pakar Komunikasi: Hadapi Kritik, Pejabat Harus Kedepankan Empati
“Kemarin beliau jelaskan dan kita tertarik hanya memang kan butuh uang subsidi. Kita mungkin uangnya nggak cukup,” jelas Dedie pada awak media.
Di Jakarta, anggaran subsidi Jaklingko sudah bergabung dengan Transjakarta. Sehingga terlalu berat untuk direalisasikan di Kota Bogor.
“Jaklingko itu kan bagian dari subsidi untuk Trans Jakarta kan itu berat ya. Kita mungkin uangnya nggak cukup,” terang Dedie saat ditemui Radar Bogor.
Berikutnya armada Jaklingko mesti sesuai dengan kriteria. Kondisi ini berbanding terbalik dengan keadaan angkot yang ada di Kota Bogor.
“Iya syarat moda transportasinya juga harus yang memenuhi kriteria-kriteria tertentu, kalau yang sekarang kan masih belum,” ucap Dedie.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Jaklingko di Jakarta terlihat lebih modern. Setiap armadanya sudah dilengkapi fasilitas salah satunya Ac.
Baca Juga: Epson Asia Tenggara Buka Pendaftaran The 17th Epson International Pano Awards 2026
Dedie masih terus membahas konsep penataan angkot di Kota Bogor. Hasilnya akan ditungakan dalam Peraturan Wali Kota (Perwali)
“Mangkanya tunggu perwali tentang angkutan. Lagi dibahas terus, karena hasil dari Perwali ini harus sinkron ya,” ucap Dedie
Sementara itu, Kepala Bidang Angkutan Dishub Kota Bogor, Doddy Wahyudin menjelaskan Perwali soal angkot sudah dibahas. Prosesnya tinggal ekpose saja.
“Perwali tinggal expose ke pak Wali. Kalo pembahasan sudah rampung,” kata Doddy saat dikonfirmasi Radar Bogor, pada Jumat, 8 Mei 2026 pagi.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga