Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Situ Gede Bogor Dibersihkan, Pemerintah Ingatkan Warga Tak Buang Sampah Sembarangan

Muhamad Rifki Fauzan • Jumat, 8 Mei 2026 | 12:35 WIB
Bebersih sampah di Situ Gede Kota Bogor, Jumat, 8 Mei 2026. Foto: Sofiansyah/Radar Bogor
Bebersih sampah di Situ Gede Kota Bogor, Jumat, 8 Mei 2026. Foto: Sofiansyah/Radar Bogor

RADAR BOGOR — Pemerintah Kota Bogor kembali melaksanakan kegiatan bersih-bersih sampah pada Jumat, 8 Mei 2026. Kali ini, aksi dilakukan di kawasan Danau Situ Gede, Kecamatan Bogor Barat, dengan melibatkan berbagai pihak.

Kegiatan bersih-bersih sampah Situ Gede Bogor tersebut turut berkolaborasi dengan Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri. Seluruh area di sekitar danau disisir untuk membersihkan sampah yang masih berserakan.

Wali Kota Bogor Dedie Rachim, bersama Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal Zakaria, turun langsung memimpin aksi bersih-bersih sampah Situ Gede tersebut.

Baca Juga: Bansos Jumat Berkah, Fakta di Balik Pantauan Real Time Saldo KKS Bank Ini dan Cara Cek Aman Melalui Mobile Banking

Keduanya bahkan menggunakan perahu karet untuk mengangkut sampah yang berada di area danau sebagai bentuk contoh nyata kepedulian terhadap lingkungan.

Safrizal mengatakan kegiatan itu merupakan bagian dari implementasi Gerakan Indonesia ASRI yang menjadi program arahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, Danau Situ Gede dipilih karena memiliki posisi strategis yang berdampingan dengan kawasan permukiman dan hutan kota, sehingga menjadi simbol penting hubungan manusia dengan alam.

Baca Juga: Lanjutan Penataan Angkot, Wacana Adopsi Jaklingko di Kota Bogor Terkendala Biaya dan Kualitas Armada

“Manusia hidup berdampingan dengan alam, sehingga sudah seharusnya kita menjaga lingkungan. Kalau alam dijaga, maka alam juga akan menjaga kita,” ujarnya.

Ia menilai kondisi Situ Gede secara umum sudah cukup bersih, meskipun masih ditemukan tumpukan sampah plastik di beberapa titik yang diduga berasal dari aktivitas pengunjung.

Safrizal memperkirakan volume sampah yang terkumpul tidak mencapai satu ton. Ia juga mengajak seluruh kepala daerah untuk terus mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.

Baca Juga: Pakar Komunikasi: Hadapi Kritik, Pejabat Harus Kedepankan Empati

Menurutnya, budaya menjaga kebersihan harus dimulai dari rumah sebagai langkah pengelolaan sampah dari hulu. Sementara untuk penanganan di hilir, Kota Bogor telah memiliki fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

“Sebesar apa pun fasilitas pengelolaan sampah dibangun, hasilnya tidak akan maksimal jika masyarakat masih membuang sampah sembarangan,” katanya.

Hal serupa disampaikan Wali Kota Bogor Dedie Rachim yang menyoroti masih adanya limbah minyak di area Danau Situ Gede.

Baca Juga: KPM Wajib Tahu! Poin Surat Pencairan Bansos Tahap Kedua, 7,3 Juta KPM Mulai Terima Saldo, dan Update Penyaluran di Lapangan

Dedie menilai edukasi terkait pengelolaan limbah rumah tangga, khususnya minyak jelantah, masih perlu diperkuat di tengah masyarakat.

Ia menjelaskan saat ini sudah ada sejumlah kelompok masyarakat yang menampung minyak jelantah dari rumah tangga, restoran, hotel, hingga dapur program SPPG. Bahkan, minyak jelantah tersebut memiliki nilai ekonomi karena dapat dijual hingga Rp9 ribu per liter.

Dedie pun mengingatkan masyarakat agar tidak memperburuk kondisi lingkungan dengan kebiasaan membuang limbah secara sembarangan, mengingat Kota Bogor termasuk wilayah dengan risiko bencana yang cukup tinggi.

Baca Juga: Epson Asia Tenggara Buka Pendaftaran The 17th Epson International Pano Awards 2026

“Jangan sampai perilaku yang kurang baik justru menambah risiko kerusakan lingkungan yang sudah ada,” pungkasnya.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#bogor #situ gede #sampah