RADAR BOGOR — Papan dayung umumnya digunakan untuk aktivitas wisata air. Namun bagi Giri Marhara atau yang akrab disapa Hara, papan dayung justru menjadi alat untuk menjaga kebersihan dan mengangkut sampah di Danau Situ Gede, Kota Bogor.
Dengan berdiri di atas papan dayung sambil membawa keranjang putih, Hara terlihat menyusuri area danau Situ Gede Bogor untuk memunguti sampah yang mengapung. Tangan kanannya sigap mengambil sampah, sementara tangan kirinya menyiapkan wadah penampungan.
Saat ditemui Radar Bogor pada Jumat, 8 Mei 2026, Hara mengaku sudah menjalani aktivitas membersihkan sampah Situ Gede sejak tahun 2021. Sementara kepeduliannya terhadap lingkungan telah tumbuh sejak 2013.
Baca Juga: Kades Sukawangi Bogor Temui Jokowi, Perjuangkan Kepastian Lahan Warga yang Diklaim Perhutani
Bagi Hara, Situ Gede bukan sekadar destinasi wisata, melainkan bagian dari lingkungan tempat tinggal yang harus dijaga bersama.
“Karena saya tinggal di sini, jadi saya merasa punya tanggung jawab untuk peduli terhadap lingkungan sekitar,” ujarnya.
Tak hanya membersihkan sampah, Hara bersama sejumlah relawan juga aktif mengembangkan berbagai kegiatan berbasis lingkungan di kawasan Situ Gede.
Mereka membentuk Klub Dayung Situ Gede untuk mengenalkan olahraga air kepada anak-anak, sekaligus membangun tim Pendekar Kebersihan Situ Gede yang fokus pada pengelolaan sampah dan kebersihan kawasan danau.
Dalam menjalankan kegiatan tersebut, komunitasnya bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta sejumlah pihak pengelola sampah untuk menerapkan sistem pemilahan sampah.
“Kami berusaha memastikan sampah bisa dikelola dengan baik dan masyarakat mulai terbiasa memilah sampah,” kata Hara.
Baca Juga: Intip Kosgoro dan Sound of the Sea Jadi Sorotan, SMA Kosgoro Bogor Angkat Tema Indonesia Emas 2045
Menurutnya, kondisi ekosistem Situ Gede saat ini cukup rentan, terutama ketika cuaca panas berkepanjangan. Ia menjelaskan air danau kerap berubah kehijauan akibat eutrofikasi yang dipicu buruknya sirkulasi air.
Hara menilai Situ Gede membutuhkan perhatian lebih serius karena merupakan danau terbesar di wilayah administratif Kota Bogor.
Meski aktif membersihkan danau, Hara mengaku tidak pernah menganggap kegiatannya sebagai pekerjaan utama. Baginya, menjaga kebersihan lingkungan adalah bentuk tanggung jawab bersama sebagai masyarakat.
Baca Juga: Banjir Rezeki, 514 Daerah Cair Bansos Dobel PKH Tahap 2 dan BPNT Mei 2026, Cek Saldo KKS Sekarang
“Masalah sampah sebenarnya muncul karena kelalaian kita sendiri. Jadi menjaga kebersihan harus dimulai dari kesadaran masyarakat,” ungkapnya.
Selama 20 hari terakhir, tim relawan yang dipimpinnya tercatat berhasil mengumpulkan sekitar 468 kilogram sampah. Dari jumlah tersebut, sekitar 30 persen merupakan sampah residu yang harus dibuang ke tempat pengolahan akhir.
Ia juga menyoroti kondisi ekosistem danau yang mulai didominasi ikan invasif seperti ikan sapu-sapu dan Red Devil yang dinilai mengganggu keseimbangan habitat.
Baca Juga: Situ Gede Bogor Dibersihkan, Pemerintah Ingatkan Warga Tak Buang Sampah Sembarangan
Meski menghadapi berbagai tantangan, Hara tetap optimistis kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari wilayah tempat tinggal masing-masing.
“Tidak perlu jauh-jauh melakukan aksi lingkungan. Mulai saja dari lingkungan sendiri,” pungkasnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga