Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Harga LPG Non Subsidi Belum Turun, Warga Bogor Diminta Tak Beralih ke Gas Melon

Muhamad Rifki Fauzan • Sabtu, 9 Mei 2026 | 13:40 WIB
Petugas SPBU di Jalan Pajajaran sedang menata tabung gas LPG non subsidi. (Foto : Sofiansyah/Radar Bogor)
Petugas SPBU di Jalan Pajajaran sedang menata tabung gas LPG non subsidi. (Foto : Sofiansyah/Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Harga LPG non subsidi hingga saat ini belum mengalami penurunan. Masyarakat ekonomi kelas menengah pun diminta tidak beralih menggunakan LPG 3 kilogram.

Wakil Sekretaris Hiswana Migas Bogor, Audryan Firandi memastikan hingga saat ini belum terlihat adanya migrasi dari pengguna LPG non subsidi ke gas melon bersubsidi.

“Untuk kekhawatiran apakah ada migrasi dari LPG non subsidi ke LPG subsidi, sebetulnya tidak ada,” jelas Audryan.

Baca Juga: KTT ASEAN 2026: Presiden Prabowo Ajak Thailand dan Kamboja Tempuh Jalur Damai atas Sengketa Perbatasan

Ia menerangkan, konsumen LPG non subsidi umumnya memiliki pertimbangan lain selain harga. Salah satunya kemudahan dalam mendapatkan kebutuhan LPG.

Menurutnya, masyarakat yang ingin beralih ke LPG subsidi harus membeli tabung baru dan mendaftarkan NIK sebagai konsumen dalam sistem Merchant Apps Pertamina.

Selain itu, kapasitas tabung LPG subsidi yang hanya 3 kilogram membuat frekuensi pembelian menjadi lebih sering dibanding LPG non subsidi yang memiliki ukuran lebih besar.

Baca Juga: Reses Dewan! Emak-Emak Curhat Retribusi Sampah, Siswanto Ajak Warga Aktif Pilah Sampah dari Rumah 

“Sebetulnya mindset masyarakat konsumen LPG NPSO tidak hanya mencari harga, namun juga kemudahan dalam mendapatkan kebutuhan LPGnya,” terangnya

Audryan menyebut layanan tambahan yang diberikan agen LPG non subsidi menjadi alasan konsumen tetap bertahan.

Mulai dari layanan antar ke rumah, jasa pemasangan tabung, hingga fasilitas pemesanan melalui call center Pertamina Delivery Service 135.

Baca Juga: Heboh! Pelajar Lompat dari Jembatan GDC Kota Depok, Sempat Diselamatkan Ojol, Begini Kronologinya

Di sisi lain, Hiswana Migas terus mengingatkan agen dan pangkalan LPG subsidi agar penyalurannya tetap tepat sasaran. 

Seluruh transaksi LPG subsidi diminta tercatat dalam aplikasi MAP.
Melalui sistem tersebut, identitas pembeli hingga jumlah tabung yang dibeli dapat dipantau.

“Dari aplikasi ini bisa terlihat siapa yang membeli, apakah rumah tangga atau usaha mikro, dan berapa tabung yang dibeli,” ucapnya.

Ia juga meminta masyarakat tidak khawatir saat diminta menunjukkan KTP ketika membeli LPG subsidi di pangkalan resmi. Sebab data tersebut hanya digunakan untuk pencatatan transaksi.

Baca Juga: Info Pantauan Saldo Bansos 9 Mei 2026, Laporan Terkini KKS Bank Mandiri Wilayah Jawa Barat

Sementara itu, stok LPG subsidi di wilayah Bogor hingga kini disebut masih aman. Masyarakat diminta tidak melakukan pembelian berlebihan.

“Untuk stock LPG PSO sendiri juga sampai saat ini masih aman, jadi masyarakat tidak perlu khawatir kehabisan stock LPG, tetap beli sesuai kebutuhan,” pungkasnya

Distibusi LPG subsidi juga diawasi ketat oleh Pemkot Bogor. Mereka tak segan akan menskors pangkalan yang menjual gas tida tepat sasaran. 

Baca Juga: Info Pantauan Saldo Bansos 9 Mei 2026, Laporan Terkini KKS Bank Mandiri Wilayah Jawa Barat

“Misalnya hotel atau restauran malah jadi beli yang subsidi itukan melanggar aturan. Kalau agen yang jualnya tau, maka akan kita skors,” tegas Kepala Dinas KUMKM Dagin Kota Bogor, Rahmat Hidayat.

Rahmat menjelaskan pihaknya pun akan turut melakukan sidak ke sejumlah agen. Langkah ini bakal dilakukan bersama dengan Hiswana Migas.

“Tadi sudah kontakan mau kita adakan sidak ke liling. Bersama Hiswana Migas kita cek ke agen-agen distribusinya kemana aja,” terang Rahmat pada Radar Bogor.

Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Bakal Ubah Nama Kawasan Suryakencana Jadi Pelataran Binokasih, Jalan hingga Trotoar Akan Ditata

Langkah pengawasan ini dipandang Rahmat penting untuk dilakukan. Tujuannya untuk memastikan stok hingga harga LPG Subsidi sesuai dengan aturan.

Rahmat menjelaskan penggunaan LPG Subsidi dikhususkan untuk rumah tangga, hingga pelaku UMKM. Industri-industri besar tidak boleh menggunakannya.

“Maka kita juga akan cek ke hotel hotel atau restauran mereka pakai gas melon atau tidak, itukan tidak boleh yah, melanggar aturan,” terang Rahmat.

Pelaku industri besar diharap Rahmat bisa bijaksana dalam menyikapi suatu kebijakan. Kenaikan LPG non subsidi memiliki tujuan untuk kebaikan bersama.

Baca Juga: Update Saldo Masuk KKS PKH BPNT Tahap 2: Bank BSI Sudah Mulai Cairkan, Bank Lain Tunggu Giliran

Masyarakat juga diminta aktif terlibat dalam melakukan pengawasan ini. Pemerintah Kota Bogor disebut Rahmat membuka pintu lebar bagi mereka yang berani lapor.

“Ada laporan warga misalkan ada yang oplos atau gimna gitu kita kan dapetnya dari laporan warga, kita cek langsung,” pungkasnya. (bay)

Editor : Yosep Awaludin
#LPG non subsidi #bogor #hiswana migas