RADAR BOGOR - Bogor menjadi lokasi pencanangan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sebagai pelopor Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, Indah (ASRI) yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan didukung penuh oleh Pemerintah Kota Bogor.
Kegiatan tersebut diselenggarakan Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan bersama Direktorat Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat.
Sebanyak 700 peserta dari berbagai unsur, mulai dari jajaran Kemendagri, Pemerintah Kota Bogor, organisasi profesi, organisasi masyarakat, pelajar, hingga buruh, ikut ambil bagian dalam aksi bersih-bersih sebagai bentuk dukungan terhadap Gerakan Indonesia ASRI.
Baca Juga: Wali Kota Bogor Dedie Rachim Terima Penghargaan dari Kemendagri Atas Perannya di Bidang Lingkungan
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan sejak Gerakan ASRI dicanangkan oleh Prabowo Subianto, Pemerintah Kota Bogor telah menjalankan berbagai program penanganan lingkungan.
Menurut Dedie, upaya tersebut meliputi penertiban sampah visual, gerakan beberesih masyarakat, hingga penguatan pengolahan dan pemilahan sampah sejak dari sumbernya.
Ia menjelaskan, produksi sampah di Kota Bogor mencapai lebih dari 1.000 ton per hari. Karena itu, kebijakan penanganan sampah dilakukan tidak hanya di hilir, tetapi juga dimulai dari hulu.
Saat ini, kata Dedie, Kota Bogor telah memiliki sedikitnya 230 bank sampah dan sekitar 16 Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R).
"Kami memiliki kurang lebih 16 TPS3R, untuk urusan hilir, kami juga sudah mengajukan dua titik untuk PSEL atau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah," ujar Dedie Rachim dalam keterangannya di laman resmi Pemerintah Kota Bogor.
Untuk penanganan di sektor hilir, Pemerintah Kota Bogor juga telah mengajukan dua lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL).
Salah satu lokasi bahkan telah mendapatkan persetujuan pemerintah pusat dan diproyeksikan mampu mengolah sekitar 1.500 ton sampah per hari. Lokasi tersebut berada di kawasan Galuga dan dikembangkan melalui kerja sama antara Pemkot Bogor, Pemerintah Kabupaten Bogor, dan TNI Angkatan Darat.
Sementara itu, Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal, menuturkan bahwa keterlibatan Satpol PP dalam Gerakan ASRI berkaitan dengan fungsi mereka dalam penegakan peraturan daerah.
Baca Juga: Lolos Tahap Pertama? Intip Bocoran Materi Seleksi Kompetensi Tambahan Koperasi Desa Merah Putih 2026
Ia meminta seluruh jajaran Satpol PP menjalankan tugas secara humanis dan persuasif agar mampu mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Menurutnya, Gerakan Indonesia ASRI harus menjadi gerakan bersama yang dilakukan secara serentak di seluruh daerah, baik di wilayah hilir maupun kawasan hulu.
Safrizal juga menekankan bahwa Satpol PP memiliki mandat sebagai pelopor atau champion Gerakan Indonesia ASRI dengan pendekatan yang penuh empati dan melibatkan masyarakat secara aktif.
"Untuk itu Satpol PP, termasuk seluruh kementerian, melakukan Gerakan ASRI, semua ini demi kebaikan bersama," kata Safrizal.
Kegiatan tersebut sekaligus dirangkaikan dengan peringatan Hari Buruh melalui aksi nyata menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Aksi bersih-bersih yang dilakukan di Situ Gede menjadi pengingat bahwa persoalan sampah tidak hanya berasal dari wilayah perkotaan, tetapi juga dipengaruhi kondisi daerah hulu sungai.
Karena itu, seluruh pihak didorong untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak lagi membuang sampah sembarangan, terutama ke aliran sungai.
Di sisi lain, Direktur Pol PP dan Linmas sekaligus Ketua Pelaksana kegiatan, Sri Handoko Taruna, menyebut Gerakan Indonesia ASRI merupakan amanat langsung Presiden Republik Indonesia.
Ia mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi aparatur negara maupun masyarakat untuk menjaga kebersihan, ketertiban, dan keindahan lingkungan.
Editor : Eka Rahmawati