RADAR BOGOR – Puluhan siswa Sekolah Jamboree Montessori Primary Bogor tampil memukau dalam gelaran JM Fest 2026 bertajuk Evolution of Music, Sabtu 9 Mei 2026.
JM Fest 2026 yang digelar di Gedung Harmoni Musik, Jalan Siliwangi, Kota Bogor itu, menjadi panggung ekspresi bagi puluhan siswa beserta gurunya.
Secara bergantian, para siswa tampil di atas panggung JM Fest 2026 dengan sorotan lampu.
Baca Juga: Ngopi Sambil Baca Buku di Bogor, Abro Coffee Punya Suasana Homey dan Ramah Anak
Tak terlihat rasa tegang, justru keceriaan dan kepercayaan diri terpancar dari setiap penampilan.
Beragam aksi ditunjukkan, mulai dari bermain pianika, menari, bernyanyi, hingga berjoget dangdut.
Mereka tampil baik secara individu maupun berkelompok, menunjukkan kemampuan yang telah diasah selama proses belajar.
Konsep Evolution of Music tergambar dari ragam genre dan era musik yang dibawakan.
Penampilan siswa merepresentasikan perkembangan musik dari era 60-an hingga saat ini, lengkap dengan kostum yang disesuaikan dengan karakter tiap zaman.
Penanggung jawab acara, Ariel Silaban, mengatakan JM Fest merupakan pentas tahunan yang digelar sebagai penutup pembelajaran selama satu tahun ajaran.
Baca Juga: KJP dan KJMU Mei 2026 Belum Cair? Ini Bocoran Jadwal, Cara Cek, dan Besaran Dana Bansos Pendidikan
Tahun ini, tema musik dipilih seiring fokus pembelajaran yang diarahkan pada pengembangan minat di bidang tersebut.
“Acara ini adalah pentas tahunan dari sekolah untuk menutup pembelajaran selama satu tahun. Tahun ini kami mengangkat tema Evolution of Music karena kami sedang memfokuskan anak-anak untuk belajar musik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, siswa menampilkan berbagai genre musik dari lintas era, mulai dari blues, disco, rock, hingga pop.
Bentuk penampilannya pun beragam, dari tarian, vokal, hingga permainan alat musik dalam format band.
“Anak-anak tampil membawakan tarian, nyanyian, hingga bermain alat musik dalam format band,” katanya.
Ariel menegaskan, pendekatan Montessori yang diterapkan sekolah memberi ruang bagi anak untuk mengembangkan minat tanpa paksaan.
Setiap siswa diberi kebebasan mengeksplorasi bakatnya sesuai ketertarikan masing-masing.
“Kami tidak pernah memaksakan apa yang menjadi favorit anak. Kami memberikan kesempatan bagi mereka untuk menggali minat dan talenta, apakah itu di alat musik, menari, atau menyanyi,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan pesan yang ingin dibangun melalui acara tersebut, musik bersifat universal dan mampu menjadi medium penyampai emosi serta makna kehidupan.
“Pesan utama yang ingin kami tanamkan adalah, seberat apa pun masalah dalam kehidupan, dengan musik selalu ada sesuatu yang indah,” ucapnya.
Baca Juga: Gus Fawait Ambil Langkah Berani di Jember Supaya Bansos Tak Lagi Salah Sasaran
Persiapan JM Fest 2026 disebut telah dimulai sejak Agustus tahun lalu. Selama hampir satu tahun, siswa berlatih secara bertahap bersama para guru untuk menampilkan pertunjukan terbaik.
“Persiapannya sudah dimulai sejak bulan Agustus tahun lalu, jadi hampir memakan waktu satu tahun,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, pihak sekolah juga berharap masyarakat semakin mengenal Jamboree Montessori sebagai komunitas homeschooling berbasis metode Montessori.
Kurikulum yang digunakan merupakan adaptasi dari North America Montessori Curriculum yang dipadukan dengan kurikulum pendidikan Indonesia.
Baca Juga: Baru Buka Langsung Ramai, Sate Taichan Mas Herman di Parung Bogor Sajikan Taichan dan Shabu Grill
Di sisi lain, apresiasi datang dari orang tua siswa yang hadir menyaksikan langsung penampilan anak-anak.
Salah satunya Ni Luh Gde Lidya yang mengaku bangga melihat proses dan hasil yang ditampilkan.
“Kita happy banget karena ini bentuk perjuangan anak-anak berproses selama satu tahun ajaran. Mereka akhirnya bisa pentas memberikan kreasi dan kebahagiaan kepada kita semua,” ujarnya.
Baca Juga: Aksi Jujur Ini Bikin Salut, 1.300 Warga Kabupaten Solok Mundur dari Penerima Bansos
Ia menambahkan, unsur kejutan menjadi daya tarik tersendiri dalam acara tersebut. Para orang tua tidak mengetahui secara detail penampilan anak hingga hari pelaksanaan.
“Anak-anak bahkan merahasiakan apa yang akan mereka tampilkan. Jadi ini benar-benar surprise buat kami sebagai orang tua,” katanya.
Menurutnya, kegiatan seperti JM Fest tidak hanya melatih kemampuan seni, tetapi juga membangun rasa percaya diri dan kemampuan bekerja sama antar siswa.
Baca Juga: Tak Perlu Ribet Bolak-balik ke ATM, Ini Tips Cek Saldo KKS Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Tahun 2026
“Kami berharap anak-anak semakin berani tampil, mampu berkolaborasi, dan terus berkembang ke depannya,” tuturnya. (uma)
Editor : Yosep Awaludin