Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bakal Ubah Nama Jalan Suryakencana Bogor Jadi Pelataran Binokasih, Sejarawan Minta Kajian Mendalam

Fikri Rahmat Utama • Minggu, 10 Mei 2026 | 22:41 WIB
Suasana di kawasan Jalan Suryakencana Kota Bogor, Minggu, 10 Mei 2026. Kawasan tersebut direncanakan diubah namanya menjadi Pelataran Binokasih (Sofiansyah/Radar Bogor)
Suasana di kawasan Jalan Suryakencana Kota Bogor, Minggu, 10 Mei 2026. Kawasan tersebut direncanakan diubah namanya menjadi Pelataran Binokasih (Sofiansyah/Radar Bogor)
RADAR BOGOR – Rencana perubahan nama tiga ruas jalan di Bogor menjadi Pelataran Binokasih memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat dan pemerhati sejarah. Wacana tersebut mencuat setelah disampaikan Dedi Mulyadi saat Kirab Mahkota Binokasih pada Jumat, 8 Mei 2026 malam.

Tiga ruas jalan yang disebut akan terdampak meliputi Jalan Batutulis, Jalan Siliwangi, dan Jalan Suryakencana. Ketiganya merupakan jalur utama yang dilalui dalam kirab budaya tersebut dengan panjang lintasan sekitar 3,2 kilometer.

Sejarawan sekaligus Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Bogor, Taufik Hasunna menilai rencana pergantian nama jalan perlu dikaji secara mendalam sebelum direalisasikan.

Menurutnya, nama Batutulis dan Suryakencana memiliki hubungan emosional yang kuat dengan identitas masyarakat Bogor karena telah menjadi bagian dari memori kolektif warga lintas generasi.

“Batutulis dan Suryakencana adalah memori kolektif masyarakat Bogor dari generasi ke generasi, sementara Binokasih sejujurnya bukan dan tidak mempunyai ikatan emosional dalam ingatan kolektif masyarakat Bogor,” ujar Taufik.

Baca Juga: Pencairan Bansos PKH Tahap Terbaru 10 Mei 2026 Terpantau Meluas, KKS dari Bank Ini Jadi yang Paling Dominan

Ia menilai keberadaan nama jalan tidak sekadar penanda wilayah, tetapi juga representasi budaya, tradisi, hingga karya sastra lokal yang hidup di tengah masyarakat.

Taufik menjelaskan nama-nama tersebut telah lama terekam dalam tradisi lisan maupun berbagai bentuk karya budaya seperti pantun, cerita rakyat, mitos, legenda, puisi, hingga seni tari.

“Nama-nama itu tersimpan dalam memori kolektif, baik dalam tradisi lisan maupun karya sastra seperti pantun, cerita rakyat, mitos, legenda, hingga puisi dan tari, artinya, nama tersebut diabadikan karena punya arti penting bagi masyarakat Bogor,” jelas Taufik.

Meski demikian, ia mengakui perubahan nama jalan bukan hal baru dalam sejarah Bogor. Namun, menurutnya, perubahan yang pernah terjadi tetap memiliki keterkaitan dengan konteks sosial dan sejarah masyarakat setempat.

Baca Juga: Warga Desa Petir Dramaga Bogor Lapor Jembatan Rusak, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Segera Kirim Dana untuk Perbaikan

Ia mencontohkan Jalan Suryakencana yang pada masa kolonial bernama Handlestraat, kemudian berubah menjadi Jalan Perniagaan sebelum akhirnya dikenal dengan nama saat ini.

Sementara itu, Taufik menilai Mahkota Binokasih justru lebih dikenal melalui sumber sejarah dari luar Bogor, khususnya Sumedang. Ia mengaku belum menemukan referensi kuat yang menunjukkan keterkaitan langsung Binokasih dengan tradisi lokal masyarakat Bogor.

“Mahkota Binokasih baru beberapa tahun ke belakang terdengar, dan sumber informasinya berasal dari Sumedang, dalam buku Sejarah Bogor karya Saleh Danasasmita (1982) pun tidak disinggung soal Binokasih,” ungkapnya.

Karena itu, ia mendorong agar rencana perubahan nama jalan tidak dilakukan secara tergesa-gesa dan harus melalui kajian akademis serta dialog bersama masyarakat karena berkaitan erat dengan identitas kota.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Bongkar Penyebab Bogor jadi Langganan Banjir dan Longsor, Gubernur Jawa Barat: Teu Kenging Deui Nambihan Bangunan di Daerah Hutan

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan rencana perubahan nama kawasan Suryakencana menjadi Pelataran Binokasih sekaligus melakukan penataan menyeluruh pada kawasan tersebut.

Ia mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) akan melakukan penataan jalan, lampu penerangan, trotoar, hingga taman di sepanjang kawasan itu.

Menurut Dedi, langkah tersebut dilakukan agar Pemerintah Kota Bogor dapat lebih fokus melakukan penataan wilayah hingga tingkat kelurahan.

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyambut positif rencana penataan kawasan tersebut dan mengapresiasi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Barat terhadap Kota Bogor.

Dedie mengatakan Pemerintah Kota Bogor akan menindaklanjuti rencana tersebut melalui koordinasi bersama Pemprov Jawa Barat, termasuk membahas konsep penataan yang ditawarkan.

Ia menambahkan, pelaksanaan program tersebut tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat karena harus melalui tahapan perencanaan, penganggaran, serta penyesuaian tata ruang sesuai ketentuan yang berlaku.(uma)

 
Editor : Eka Rahmawati
#dedi mulyadi #Pelataran Binokasih #bogor #gubernur jawa barat #Suryakencana