RADAR BOGOR – Bekas galian utilitas di sepanjang Jalan Tentara Pelajar, Kota Bogor, terlihat merusak permukaan aspal. Kondisi tersebut memicu munculnya lubang di sejumlah titik, baik di sisi kiri maupun kanan jalan.
Pantauan pada Senin, 11 Mei 2026 kerusakan tampak cukup mengganggu pengguna jalan. Lubang bekas galian dinilai berpotensi membahayakan pengendara, terutama roda dua yang melintas di jalur tersebut.
Kepala Bidang Pemeliharaan dan Kebinamargaan Dinas PUPR Kota Bogor, Agus Sobari membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebut, perbaikan menjadi tanggung jawab pihak pelaksana, yakni Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel).
Baca Juga: Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Akhirnya Cair Lagi Mei 2026, Sejumlah Wilayah Sudah Terima Dana Bantuan
“Besok kami panggil beserta pelaksananya,” jelas Agus.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Bogor, Juniarti Estiningsih mengatakan proyek galian utilitas memang belum sepenuhnya rampung. Saat ini, pengerjaan masih berada pada tahap konektivitas jaringan kabel.
“Yang belum dirapihkan seperti di RE Abdullah itu karena mungkin belum selesai, masih ada tahap konektivitas antar kabel,” jelas Esti.
Ia memastikan, seluruh bekas galian akan dikembalikan seperti kondisi semula setelah proyek selesai. Hal tersebut, kata dia, sudah tertuang dalam dokumen perjanjian kerja sama (PKS) dengan pihak pelaksana.
Baca Juga: 7 Juta Lebih KPM Telah Terima Bansos PKH Tahap 2, Kategori Ini Dapat Bantuan Dobel hingga Rp2,1 Juta
“Pasti dibalikan, karena dalam PKS dengan Apjatel, pemeliharaan itu tanggung jawab mereka dan pengerjaannya harus dikembalikan seperti semula,” ucapnya.
Pemerintah Kota Bogor, lanjut Esti, tidak akan lepas tangan dalam proses pengawasan. Pihaknya akan terus memantau pelaksanaan proyek galian utilitas di lapangan.
“Kalau ada titik yang belum maksimal nanti kami laporkan dan mereka yang membenahi sendiri,” jelas Esti kepada Radar Bogor belum lama ini.
Galian utilitas merupakan bagian dari program penataan kabel udara di Kota Bogor dan ke depan, kawasan perkotaan ditargetkan lebih rapi tanpa kabel yang semrawut di atas jalan.
Pada 2026, penataan kabel udara menyasar empat ruas jalan dengan total panjang sekitar 11,4 kilometer, kabel-kabel tersebut akan direlokasi ke dalam tanah.
Baca Juga: Pencairan Bansos PKH dan BPNT Mei Juni 2026 Belum Merata, Saldo KKS Masih Kosong di Banyak Wilayah
Rinciannya, Jalan RE Martadinata hingga Jalan Tentara Pelajar sepanjang 2,3 kilometer. Kemudian Jalan Suryakencana hingga Jalan Siliwangi sepanjang 2,6 kilometer.
Selanjutnya Jalan Aria Surialaga hingga Jalan Aria Suriawinata sepanjang 2,5 kilometer serta Jalan RE Abdullah hingga Jalan Merdeka sepanjang 4 kilometer dan pihaknya menargetkan relokasi sekitar 11 kilometer.(uma)
Editor : Eka Rahmawati